'Brainwriting', Cara Efektif untuk Melakukan 'Brainstorming'

'Brainwriting', Cara Efektif untuk Melakukan 'Brainstorming'

  • Editor : Eunike Iona Saptanti
  • Thursday, 07 April 2016
  • 08:00 am

Biasanya, orang melakukan tukar pikiran satu sama lain untuk menghasilkan ide-ide. Namun, terkadang ide itu mandek karena dalam grup hanya ada beberapa orang yang dominan berbicara.

Intisari-Online.com - Biasanya, orang melakukan tukar pikiran satu sama lain untuk menghasilkan ide-ide. Namun, terkadang ide itu ‘mandek’ karena dalam grup hanya ada beberapa orang yang dominan berbicara.

Paul B. Paulus dari Universitas Texas di Arlington mempelajari cara efektif untuk mengalirkan ide ketika berdiskusi dalam grup. Dalam risetnya, brainstorming, atau bertukar pikiran secara lisan antar anggota dalam satu grup ternyata tidak terlalu efektif.

“Diskusi tatap muka ternyata membatasi kesempatan untuk membagikan ide dan informasi karena hanya fokus kepada satu orang yang menyampaikan idenya pada satu waktu,”kata Paulus.

Menurutnya, ketika menunggu satu orang memberikan ide, orang lain menjadi lupa dengan idenya sendiri karena terdistrak dari orang yang sedang menyampaikan informasi itu.

Paulus dengan rekan-rekannya menguji coba cara baru yang menurutnya lebih efektif dibanding brainstorming, yaitu brainwriting. Brainwriting adalah cara untuk menyalurkan ide lewat tulisan.

Untuk menguji temuan ini, Paulus mendesain dua eksperimen di sebuah kantor yang sedang mencari cara untuk meningkatkan produktivitas karyawan setelah merekrut karyawan baru. Kemudian, 57 karyawan dikumpulkan untuk dibuat sebuah eksperimen.

Pertama, mereka diberi situasi untuk brainstorming antar anggota. Kemudian ide yang sudah terkumpul dicatat oleh masing-masing anggota.

Kedua, Cara ini diberi nama asynchronous condition. Para peserta diberikan waktu 8 menit untuk menulis, dan 3 menit untuk membacakan ide-ide mereka. Hasilnya, cara ini menghasilkan ide 71% lebih banyak dibanding ketika hanya beberapa orang yang berperan untuk menyuarakan gagasan-gagasan baru.

Menulis dan mengungkapkan ide seperti metode asynchronous condition ini menghasilkan lebih banyak ide karena setiap anggota mendapatkan kesempatan untuk mengeluarkan gagasannya.

Para peneliti menyimpulkan, metode brainwriting ini cocok diterapkan untuk organisasi dan industri yang banyak membutuhkan ide-ide baru untuk menghasilkan produk.

 

(pschologycalscience)

Author :

Eunike Iona Saptanti

Komentar

Berita Terkait

Begini Cara Sederhana Untuk Mengurangi Panik dan

Panik merupakan hal yang amat wajar dan tentunya sebagian

Sering Berbicara Sendiri Merupakan Ciri Orang Cerdas

Mungkin beberapa dari anda ada yang suka atau bahkan sering

7 Trik untuk Memotivasi Diri Sendiri

Manajemen waktu sangat penting untuk kita menjadi lebih

5 Kebiasaan Buruk yang Harus Dibuang untuk Hidup yang

Buatlah resolusi tahun baru agar menjadi pribadi yang lebih

Berita Lainnya

3 Tips Sederhana Mengejar Resolusi Sehat di Tahun 2017

Tidak perlu pusing memikirkan cara agar lebih sehat di tahun

Inilah 6 Posisi Tidur dan Pengaruhnya pada Kesehatan

Tahukah Anda, tidak hanya soal kenyamanan, posisi tidur

Terkait dengan Kerusakan Otak, Satu dari 10 Bahaya

Saat ini, sebagian besar dari kita kerap melakukan

5 Tip Eliminasi Lemak di Punggung Belakang

Gumpalan lemak di belakang punggung dan pinggang belakang