Orang yang Tidak Sabaran Ternyata Juga Suka Menunda

Orang yang Tidak Sabaran Ternyata Juga Suka Menunda

  • Editor : Eunike Iona Saptanti
  • Wednesday, 06 April 2016
  • 03:15 pm

Penting untuk dicatat, bahwa atasan atau rekan kerja yang selalu meminta sesuatu untuk selesai dengan cepat, ternyata memiliki sifat suka menunda-nunda pekerjaan.

Intisari-Online.com - Penting untuk dicatat, bahwa atasan atau rekan kerja yang selalu meminta sesuatu untuk selesai dengan cepat, ternyata memiliki sifat suka menunda-nunda pekerjaan.

Studi terbaru mempelajari hubungan antara sifat tidak sabaran dengan sifat suka menunda. Ilmuwan dari Columbia University, Ernesto Ruben, dan rekan-rekannya menemukan, bahwa orang yang ingin segala sesuatunya terselesaikan dengan cepat juga kerap menunda pekerjaan hingga tenggat waktu.

Untuk menelitinya, para ilmuwan ini melakukan eksperimen yang diberi nama standard economic experiment kepada 284 mahasiswa MBA. Partisipan diberi dua pilihan: dibayar dengan cepat namun bonus yang sedikit. Atau menunggu sedikit lebih lama dengan bonus yang lebih besar.

Selain itu, sistem pembayaran juga dilakukan dengan cara pemberian cek. Para peneliti ini ingin melihat seberapa lama mereka mencairkan uang yang ada dalam cek itu.

Ternyata, tidak banyak mahasiswa yang ingin menunggu selama 2 minggu. Bisa jadi, karena masih mahasiswa, mereka selalu membutuhkan uang untuk keperluan sehari-hari, sehingga tidak bisa menunggu sedikit lebih lama.

Nyatanya, sebanyak 102 partisipan yang memilih untuk dibayar segera. Kemudian, 60% dari mereka, mencairkan cek itu lebih dari dua minggu. Setelah 206 partisipan itu menerima ceknya, ada 5% dari mereka yang tidak mencairkan cek itu sama sekali.

Secara keseluruhan, hasil ini memberi bukti bahwa ada kaitan antara sifat suka menunda dan sifat tidak sabaran.

Ruben juga mengatakan, pemahaman yang lebih baik tentang kontrol diri dapat membantu kita membentuk rencana keuangan yang lebih baik dalam hidupnya.

Ia memberi contoh, mudah saja jika seseorang ingin segera mengajukan pensiun. Namun, itu harus disertai dengan perencanaan keuangan yang matang, baru mengajukan pensiun dini. Namun, bila Anda tidak sabar ingin segera pensiun dini tapi menunda perencanaan keuangan yang matang, Anda sepertinya harus menunda pensiun hingga beberapa tahun lagi.

(pschologycalscience)

Author :

Eunike Iona Saptanti

Komentar

Berita Terkait

Kasus Perjanjian Kawin Yang Tak Sah Ini Penting untuk

Apa yang harus dilakukan jika Perjanjian Kawin belum

Perbedaan Hak Pesangon Bagi Pekerja yang Resign dan

Apabila karyawan memutuskan untuk resign, apakah besaran

Terkait dengan Kerusakan Otak, Satu dari 10 Bahaya

Saat ini, sebagian besar dari kita kerap melakukan

Perhatikan 5 Bahasa Tubuh Ini Ketika Bertemu Orang Baru

Bahasa tubuh yang salah bisa saja membuat orang lain merasa

Berita Lainnya

Langsung Baca Ini Jika Anda Masih Bingung Beda Krim

Apa bedanya cream untuk pencerah kulit dan pemutih kulit?

Tak Perlu Risau Jika Suami Ingin Nikah Lagi Jika Anda

Bagaimana menghadapi suami yang ingin menikah kembali?

Bisakah Kita Dipidana Jika Tanpa Sadar Membeli Barang

Apakah seseorang dapat dipidana jika tanpa sadar telah

Cara Merebut Kembali Hak Atas Tanah dengan Sertifikat

Apakah hak eigendom verponding dapat hilang begitu saja