Agar Hidup Normal Setelah Serangan Jantung

Agar Hidup Normal Setelah Serangan Jantung

  • Editor : MeetDoctor
  • Wednesday, 24 February 2016
  • 09:00 am

Sekitar sepuluh persen orang yang pernah mengalami serangan jantung, akan berisiko mengalami hal yang sama dalam satu tahun meninggalkan rumah sakit, meskipun risikonya turun sekitar tiga persen setiap tahun sesudahnya. Tingkatkan peluang Anda dan ambil kendali terhadap kesehatan Anda!

Intisari-Online.com - Sekitar sepuluh persen orang yang pernah mengalami serangan jantung, akan berisiko mengalami hal yang sama dalam satu tahun meninggalkan rumah sakit, meskipun risikonya turun sekitar tiga persen setiap tahun sesudahnya. Tingkatkan peluang Anda dan ambil kendali terhadap kesehatan Anda!

Pemulihan

Pemulihan dari serangan jantung biasanya membutuhkan waktu sekitar enam minggu. Tapi ini bukan angka pasti karena ukurannya bervariasi tergantung pada tingkat serangan dan apakah ada komplikasi. "Luka" otot jantung membutuhkan waktu tiga sampai enam bulan untuk benar-benar terbentuk," kata Nicholas Giacomantonio, seorang ahli jantung QEII Health Sciences di Halifax.  "dan obat yang diberikan dokter sangat penting untuk meminimalkan ukurannya serta merangsang  respons otot jantung di sekitar luka terhadap obat tersebut."

Langkah pertama yang paling penting yang perlu dilakukan untuk pemulihan adalah untuk mengikuti program rehabilitasi jantung. Sebuah studi terbaru menunjukkan, modifikasi gaya hidup bisa mengurangi risiko kematian, operasi dan serangan kedua.

Revolusi gaya hidup

"Lima besar faktor risiko penyakit jantung adalah tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, merokok, diabetes dan obesitas," kata Dr Giacomantonio. "Riwayat keluarga dan usia adalah faktor juga, tapi kita  tidak bisa berbuat banyak tentang hal itu."

Giacomantonio merekomendasikan menjaga pola makan yang sehat rendah lemak dan garam dan tinggi serat. Dr. Giacomantonio juga merekomendasikan untuk mengurangi zat tepung sumber karbohidrat sederhana seperti roti putih dan pasta.

Olahraga

Banyak orang takut berolahraga akan memicu serangan jantung lanjutan. Anggapan ini tidak benar. Sebaliknya, olahraga rutin akan membantu mempercepat pemulihan. Aktivitas fisik harus dimulai sesegera mungkin setelah serangan-bahkan berjalan di sekitar bangsal rumah sakit dapat membantu. Setelah Anda keluar rumah sakit dan sudah merasa nyaman, mulailah jadwalkan waktu untuk berolahraga rutin dan tingkatkan intensitasnya secara bertahap. Mulai dengan berjalan di sekitar rumah, kemudian mengitari satu blok sampai Anda merasa cukup kuat untuk berjalan mengitari seluruh lingkungan perumahan Anda.

Olahraga juga akan membantu mengontrol berat badan, mengurangi stres dan depresi, dan membantu menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol. Aktivitas fisik juga akan membantu meningkatkan energi. Istirahat ketika Anda mulai merasa lelah adalah sama pentingnya dengan olahraga itu sendiri. 

 

Depresi

Sangat wajar jika Anda merasa tertekan setelah selamat dari serangan jantung. "Itu karena Anda sudah pernah sangat dekat dengan kematian Anda sendiri," kata Dr Giacomantonio. Tetapi jika Anda pernah menderita depresi di masa lalu, walau hanya ringan, hal itu dapat menjadi permanen jika dibiarkan. Jadi penting bagi Anda yang depresi untuk mendapatkan bantuan.

Susan Yeo, seorang konselor kesehatan mental berbasis masyarakat di Brockville mengatakan, awalnya pasien mungkin mengalami perasaan kesedihan atau kehilangan setelah serangan jantung. "Anda merasa bahwa Anda tidak bisa lagi mengandalkan tubuh Anda untuk melakukan apa yang dulu mudah Anda lakukan," kata Yeo.

Penting bagi pasien serangan jantung untuk menemukan kembali  tujuan hidup mereka, terutama jika aspek kehidupan  itu berubah karena serangan jantung. Jika Anda gila kerja, kurangi beban pekerjaan dan alihkan sebagian energi untuk bersantai bersama keluarga.

Seks

Anda bisa mulai berhubungan seks lagi dalam dua sampai empat minggu setelah keluar dari rumah sakit.  Seperti halnya olahraga, lakukan seks dengan perlahan terlebih dulu dan tingkatkan ritme atau intensitasnya secara bertahap. Istirahat jika merasa lelah. Jika posisi standar tidak nyaman, cobalah bereksplorasi satu sama lain sampai Anda berdua menemukan posisi yang ternyaman.

Jangan lupa kontrol ke dokter. Jika ada keluhan apapun, segera hubungi dokter Anda.

 

Ditinjau oleh: dr. Deffy Leksani Anggar Sari
Sumber: Meetdoctor.com

Author :

MeetDoctor

Komentar

Berita Terkait

Tiga Tipe Teman yang Harus Kita Miliki dalam Hidup

Ada berbagai jenis orang di dunia ini. Tentu kita semua

5 Tipe Jabat Tangan yang Harus Dihindari Agar Tak

Jabat tangan dapat membentuk kesan abadi ketika pertama kali

5 Kebiasaan Buruk yang Harus Dibuang untuk Hidup yang

Buatlah resolusi tahun baru agar menjadi pribadi yang lebih

Rutin Konsumsi Kopi Tingkatkan Usia Harapan Hidup

Bagi Anda pecinta berat kopi, ada kabar baik dari minuman

Berita Lainnya

Langsung Baca Ini Jika Anda Masih Bingung Beda Krim

Apa bedanya cream untuk pencerah kulit dan pemutih kulit?

Tak Perlu Risau Jika Suami Ingin Nikah Lagi Jika Anda

Bagaimana menghadapi suami yang ingin menikah kembali?

Bisakah Kita Dipidana Jika Tanpa Sadar Membeli Barang

Apakah seseorang dapat dipidana jika tanpa sadar telah

Cara Merebut Kembali Hak Atas Tanah dengan Sertifikat

Apakah hak eigendom verponding dapat hilang begitu saja