Musisi Iwan Fals. / Foto : Kompas.com

Lagu NKRI Harga Mati Karya Iwan Fals Serukan Persatuan

  • Editor : Hery Prasetyo
  • Thursday, 01 December 2016
  • 09:30 am

Penyanyi balada Iwan Fals tampaknya ikut prihatin terhadap situasi angsa saat ini, hingga menciptakan lagu bertema NKRI Harga Mati saat tampil di apel Nusantara Bersatu di Semarang.

Intisari-Online.com - Penyanyi balada Iwan Fals tampaknya ikut prihatin terhadap situasi angsa saat ini. Mengikuti apel Nusantara Bersatu di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Semarang, Rabu (30/11/2016), Iwan pun menciptakan dan menyanyikan lagu bertema NKRI Harga Mati. Lagu ini intinya menyerukan Indonesia tetap bersatu dan memegang teguh filosofi kebangsaan yang selama ini disepakati.

Musisi bernama lengkap Virgiawan Listanto itu menyanyikan lagu dari sebuah syair baru yang dibuatnya.

"Syair ini belum ada judulnya. (Judulnya) 'NKRI Harga Mati' atau 'Indonesia Seksi'. Tidak tahu, pokoknya Indonesia," ujar Iwan.

Apel Nusantara di Semarang dihadiri ribuan masyarakat yang mengenakan ikat merah putih di kepalanya. Iwan juga mengenakan ikat serupa bersamaan dengan para tokoh agama, dan tokoh masyarakat yang hadir.

Musisi legendaris ini awalnya menyanyikan lagu "Indonesia Pusaka". Setelah itu barulah dinyanyikan sebuah lagu yang diliriknya terinspirasi dari suasana apel tersebut.

"Saya terinspirasi menulis syair dari suasana (apel) ini," ujar Iwan yang menyanyikan lagu tak berjudul selama kurang lebih 5 menit itu.

Iwan lalu mendendangkan sejumlah lagu untuk memeriahkan apel, di antaranya "Di Bawah Tiang Bendera" dan "Lagu Satu".

Aksi Iwan berakhir sekitar pukul 11.30 WIB. Lirik lagu bertema NKRI Harga Mati tapi belum berjudul itu sebagai berikut:

NKRI harga mati adalah negara kesatuan republik ini
Jati diri kita sebagai bangsa tidak bisa ditawar walau sepeser pun
Pancasila pedoman kita, hasil urun rembug para tetua
Sudah teruji kesaktiannya, jangan kau coba merubahnya
Bhineka tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa yang ditulis Empu Tantular dalam kitab Sutasoma
Undang-undang dasar '45 sebagai dasar kita bekerja adalah kesepakatan kita bersama walau sudah berubah untuk keempat kalinya
Lantas bangsa China, lantas bangsa Arab, lantas bangsa Eropa, India, dan bangsa-bangsa lainnya
Tinggalkan jejak di sini dan ingin kembali ke sini
Tentu saja karena Indonesia seksi, Indonesia tanah airku
Tetaplah kokoh dalam keberagamanmu, di dalam segala peristiwa, di dalam segala suasana. Indonesia tanah airku tercinta
Kini sedang galau mencari makna keIndonesiaannya, tetapi tenang sajalah kau
Kami di sini selalu siap untuk menjagamu
NKRI harga mati adalah negara kesatuan republik ini
Jati diri kita sebagai bangsa tidak bisa ditawar sepeser pun
Lantas bangsa China, lantas bangsa Arab, lantas bangsa Eropa, India, dan bangsa-bangsa lainnya tinggalkan jejak di sini dan ingin kembali ke sini
Tentu saja karena Indonesia Seksi, NKRI harga mati, NKRI harga mati


Sumber : kompas.com

Author :

Hery Prasetyo

Mengawali karier sebagai wartawan profesional di harian Bernas Yogyakarta, kemudian Timika Pos, Tabloid Soccer, Kompas.com, menjadi web consultant di Gramedia Majalah dan kini berkarier di Intisari.

Komentar

Berita Terkait

Iwan Fals: Jokowi Bukan Anak-anak Lagi

Konflik dan perseteruan yang melibatkan Komisi Pemberantasan

Berita Lainnya

Pelajaran dari Hari Hujan

Sesibuk apa pun, sempatkan untuk memberikan penghargaan

Bangga karena Sering Lembur Hingga Dipuji Atasan? Kisah

Bekerja keras memang tak salah. Namun kita butuh waktu untuk

Dari Ateng hingga Pendiri Srimulat, Inilah Tokoh

Inilah beberapa tokoh Tionghoa Indonesia yang pernah

Eko Ramaditya Adikara Membuktikan bahwa Buta Tak

Eko Ramaditya Adikara membuktikan bahwa keterbatasan fisik