Manusia berusaha, Tuhan yang menentukan

Manusia Berusaha, Tuhan yang Menentukan

  • Editor : Ade Sulaeman
  • Monday, 09 January 2017
  • 08:00 pm

Mari terus berusaha, terus berkarya, lakukan yang terbaik, biarkan Tuhan mengambil sisanya.

Intisari-Online.com – Alkisah, ada seorang pemburu yang tengah memburu mangsanya di hutan. Namun, karena suatu sebab, ia mengalami kecelakaan. Bukannya mendapatkan buruan, ia malah mendapatkan musibah terperosok ke dalam lubang jebakan yang dibuat oleh pemburu lainnya. Kakinya pun terluka parah sehingga harus diamputasi sebatas paha.

Tentu, ia bersedih. Bukan karena sekadar kehilangan kaki, tapi karena kini ia mengalami kesulitan dalam berburu mangsa di hutan. Apalagi, hanya dari berburu itulah ia bisa menghidupi keluarganya. Sebelum kejadian itu, ia selalu menjual sebagian besar buruannya ke pasar dan mendapatkan uang yang cukup untuk memberi makan keluarganya.

Hari demi hari berlalu, waktu demi waktu berjalan. Meski berusaha sekuat tenaga untuk bisa pulih dan kembali berburu dengan bantuan kaki palsu, ia tak bisa selincah dulu lagi. Sehingga, si pemburu itu pun tak bisa memenuhi kebutuhan keluarganya seperti dulu. Beruntung, keluarganya selalu mendukungnya.

Maka, untuk menambal kebutuhan hidup, mereka pun bercocok tanam dan berkebun di ladang yang selama ini kurang dimaksimalkan. Bahu-membahu mereka saling bantu. Di tengah kesedihannya karena tak bisa berburu, pelan tapi pasti si pemburu kini mulai menemukan semangat baru. Apalagi, keluarganya pun ikut membantu. Sehingga, tanpa dirasa, hasil tanaman dan panenan kebun itu ternyata cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Bahkan, karena makin mahir dan tahu teknik terbaik, hasilnya pun makin lama makin berlimpah.

Tanpa terasa, waktu berlalu. Si pemburu dan keluarganya kini menjadi petani yang sukses. Mereka hidup berkecukupan dari hasil berkebun. Bukan itu saja. Jika dulu sering meninggalkan keluarga karena harus berburu selama beberapa lama di hutan, kini si pemburu selalu berada dekat dengan keluarganya. Ia bebas bercanda dan mendidik anaknya sehingga semua tumbuh dengan sehat. Karena itulah, meski dulu sangat menyesal kakinya cacat ketika berburu dulu, kini si pemburu berterima kasih pada nasib. Dengan kondisinya saat ini, ia malah makin dekat dengan keluarga dan makin bisa membahagiakan mereka karena bisa selalu berada dekat dengan istri dan anaknya.

Itulah sepenggal kisah "keindahan" di balik musibah. Si pemburu yang kehilangan kakinya dan tak bisa lagi berburu, ternyata mendapat "skenario" indah dalam kehidupannya. Ia malah bisa lebih bahagia saat menjadi petani tanpa harus meninggalkan keluarganya ke hutan.

Melalui kisah ini, kita bisa belajar, bahwa memang manusia berusaha, Tuhan yang menentukan. Dan, pasti ada banyak hikmah di balik ketentuan Sang Mahakuasa.

Jangan berkata pasrah dan berserah menghadapi kenyataan jika kita belum mengusahakan semaksimal yang kita bisa. Sebab sejatinya, yang terbaik dari-Nya hanya akan diberikan kepada mereka yang mau berbuat yang terbaik pula untuk diri dan lingkungannya.

Mari terus berusaha, terus berkarya. Lakukan yang terbaik, biarkan Tuhan mengambil sisanya.


Sumber : bmsps

Author :

K. Tatik Wardayati

I like food

I like eat

I like cooking

Komentar

Berita Terkait

Berbincang dengan Tuhan

Suatu saat, seseorang bermimpi dapat berbincang dengan

Rencana Tuhan bagi Kita

Seorang raja memiliki seorang menteri yang bijaksana, saleh,

Tatapan Tuhan bagi Kita

Seorang pria berjalan di sepanjang jalan kecil bersama anak

'Tuhan Belum Selesai dengan Saya'

Jika Anda mengenal seorang wanita yang sedang hamil, yang

Berita Lainnya

Pelajaran dari Hari Hujan

Sesibuk apa pun, sempatkan untuk memberikan penghargaan

Bangga karena Sering Lembur Hingga Dipuji Atasan? Kisah

Bekerja keras memang tak salah. Namun kita butuh waktu untuk

Dari Ateng hingga Pendiri Srimulat, Inilah Tokoh

Inilah beberapa tokoh Tionghoa Indonesia yang pernah

Eko Ramaditya Adikara Membuktikan bahwa Buta Tak

Eko Ramaditya Adikara membuktikan bahwa keterbatasan fisik