Menolong orang lain tanpa memandang siapa yang ditolong.

Perlukah Kita Harus Menolong Orang yang Menyakiti Kita? Kisah Ini Mengajak Kita Merenungkannya

  • Editor : Ade Sulaeman
  • Friday, 17 February 2017
  • 09:01 pm

Menolong orang lain semestinya tidak perlu memandang siapa yang kita tolong, apakah ia lebih buruk dari kita atau lebih jahat dari kita.

Intisari-Online.com – Suatu pagi, setelah selesai meditasi, seorang tua membuka matanya dan melihat seekor kalajengking mengambang tak berdaya di danau. Kebetulan, kalajengking itu dekat dengan pohon, sehingga orang tua itu mencari akar yang bercabang ke danau dan mengulurkan tangannya untuk menyelamatkan makhluk tak berdaya yang mulai tenggelam itu.

Setelah orang tua itu menyentuhnya, spontan kalajengking itu menyengatnya. Secara naluriah, orang tua itu menarik tangannya. Tak lama kemudian, setelah menguasai dirinya, orang tua itu kembali meraih akar pohon itu untuk menyelamatkan kalajengking. Kali ini kalajengking menyengatnya dengan ekor beracunnya sehingga tangan orang tua itu bengkak dan berdarah, hingga wajahnya berkerut menahan rasa sakit.

Pada saat itu, seorang pejalan kaki melihat orang tua itu berbaring di akar pohon berjuang dengan kalajengking, lalu bertanya, “Hei, orang tua, apa yang salah denganmu? Hanya orang bodoh yang mau mempertaruhkan nyawanya demi sebuah makhluk jahat jelek. Apakah Engkau tidak tahu bahwa Engkau bisa terbunuh karena berusaha menyelamatkan kalajengking yang tidak tahu berterima kasih?”

Orang tua itu menoleh. Menatap mata orang asing itu, lalu berkata dengan tenang, “Teman, bukan hanya karena sifat menyengat kalajengking, lantas itu mengubah sifat saya untuk tidak menyelamatkannya.”

Demikianlah dalam kehidupan kita. Menolong orang lain semestinya tidak perlu memandang siapa yang kita tolong, apakah ia lebih buruk dari kita atau lebih jahat dari kita, karena sifat-sifat mereka. Menolong atau mengasihi orang lain dengan ikhlas akan memberikan kebahagiaan bagi diri kita sendiri, bahkan bukan tidak mungkin akan meluluhkan sifat buruk pada orang lain, hingga mereka berubah.


Sumber :

Author :

K. Tatik Wardayati

I like food

I like eat

I like cooking

Komentar

Berita Terkait

Jangan Ragu untuk Menolong Sesama dengan Apa yang Kita

Jangan ragu untuk menolong seseorang dengan apa yang kita

Menjaga Hati Terhadap Orang yang Sudah Menolong dengan

Di sebuah kantor pos yang padat dan serentak panas. Seorang

Tuhan Selalu Punya Cara untuk Menolong Kita

Seorang Ibu yang sedang bekerja di kantor, tiba-tiba

Melihat dengan Mata Hati untuk Menolong Makhluk Lain

Video mengharukan ini bisa menjadikan cermin bagi kita,

Berita Lainnya

Pelajaran dari Hari Hujan

Sesibuk apa pun, sempatkan untuk memberikan penghargaan

Bangga karena Sering Lembur Hingga Dipuji Atasan? Kisah

Bekerja keras memang tak salah. Namun kita butuh waktu untuk

Dari Ateng hingga Pendiri Srimulat, Inilah Tokoh

Inilah beberapa tokoh Tionghoa Indonesia yang pernah

Eko Ramaditya Adikara Membuktikan bahwa Buta Tak

Eko Ramaditya Adikara membuktikan bahwa keterbatasan fisik