Uang Mengubah Segalanya

Uang Mengubah Segalanya

  • Editor : K. Tatik Wardayati
  • Tuesday, 14 August 2012
  • 12:00 pm

Jangan lakukan apa pun untuk uang.

Intisari-Online.com – Ketika Rick Beyer berusia delapan tahun, ia menemani ibu dan neneknya berbelanja. Setelah itu, mereka berhenti di sebuah hotel mewah untuk makan siang. Beyer memesan steak, yang disajikan dengan kacang polong.

Beyer tidak suka kacang polong. Ia tidak pernah memakannya di setiap kesempatan atau di manapun mereka dilayani. Neneknya memperhatikan kalau ia menghindari kacang polong dan berkata, “Makanlah kacang polongmu.”

Ibunya menjawab, “Oh, biarkan saja. Ia tidak suka kacang polong.”

Namun neneknya tidak bisa membiarkan hal itu dan menawari sebuah kesepakatan, “Aku akan memberimu lima dolar jika kau makan semua kacang polongmu.”

Ibu Beyer benar-benar marah sekarang. Ia tidak pernah memaksa anaknya makan yang tidak ia sukai dan ia mungkin tidak menyukai campur tangan ibunya. Akan tetetapi untuk seorang anak kecil - yang tidak menyadari maksud orangtuanya - janji lima dolar melebihi keengganannya untuk makan sayuran tertentu. Beyer menerima suapan dari neneknya. Ia tersedak ketika menelan kacang polong hingga neneknya memelototinya, dan ibunya menatap mereka berdua.

Beberapa minggu kemudian, nenek Beyer mengunjungi anggota keluarga lain. Malam itu, ibu Beyer tetap menyajikan salah satu masakan favoritnya, yaitu roti daging dan kentang tumbuk. Ia juga menyediakan semangkuk besar kacang polong yang masih mengepul asapnya. Ia menyendok kacang polong ke dalam piringnya dan berkata, “Kemarin kamu memakannya untuk sejumlah uang. Sekarang, makanlah dengan cinta.” Kali ini tidak ada yang membela Beyer.

Moral dari cerita ini adalah: Jangan lakukan untuk uang, apa yang tidak kau lakukan dengan cinta. Tapi ada pelajaran lain yang sama pentingnya untuk dipelajari di sini dan itu adalah: Ibu selalu menang.

Hingga sekarang Beyer tetap bersumpah membenci kacang polong, tetapi ia tidak berani mengatakan apa-apa kepada ibunya ketika menyodorkan sepiring kacang polong. (A Plate of Peas)

Author :

K. Tatik Wardayati

I like food

I like eat

I like cooking

Komentar

Berita Terkait

Jangan Sekali-kali Memberi Ruang untuk Pikiran Negatif

Mulailah berpikir positif agar DNA positif kita yang aktif.

Masih Sering Merasa Kekurangan? Simaklah Kisah Uang

Terkadang kita lupa bersyukur terhadap rezeki yang sudah

Kisah Bian yang Memiliki Segalanya dan Selalu Menjadi

Belajar dari kekurangan orang lain.

Berani Mengambil Peluang dan Belajar dari Kesalahan

Dalam hidup, kita harus selalu berani mengambil peluang dan

Berita Lainnya

Dari Ateng hingga Pendiri Srimulat, Inilah Tokoh

Inilah beberapa tokoh Tionghoa Indonesia yang pernah

Eko Ramaditya Adikara Membuktikan bahwa Buta Tak

Eko Ramaditya Adikara membuktikan bahwa keterbatasan fisik

Semua Orang Boleh Lari Meninggalkanmu, tapi Tidak

Sahabat adalah seseorang yang mengerti baik tentang kita.

Jangan Sekali-kali Memberi Ruang untuk Pikiran Negatif

Mulailah berpikir positif agar DNA positif kita yang aktif.