Ilmuwan berencana melakuan implantasi sel organ manusia ke dalam embrio babi. / Foto : Cultura Creative

Ilmuwan Merancang Pembuatan Mahluk Setengah Manusia dan Setengah Babi

  • Editor : Hery Prasetyo
  • Saturday, 07 January 2017
  • 09:30 am

Mungkinkah ada mahluk setengah manusia setengah manusia dan setengah babi? Itu yang sedang dikembangkan ilmuwan. Apa tujuannya?

Intisari-Online-com - Mungkinkah ada mahluk setengah manusia setengah manusia dan setengah babi? Itu yang sedang diusahakan ilmuwan. Mereka ingin melakukan eksperimen untuk mengembangkan organ manusia di dalam hewan.

Eksperimen ini akan melakukan implantasi sel organ manusia ke dalam embrio babi. Sehingga, organ-organ manusia bisa tumbuh dalam diri binatang.

Harapannya, ketika dibutuhkan donor organ, maka tak perlu menunggu orang yang bersedia mendonorkan organnya. Kedokteran cukup mengambil organ manusia yang tumbuh dalam hewan itu.

"Para ilmuwan Frankenstein sedang mengembangkan angan-angan membuat mahluk setengah manusia dan setengah hewan," tulis Daily Mirror seperti dikutip BBC.com, Jumat (6/12/2017).

"Ilmu pengetahuan ingin menggabungkan manusia dengan binatang," tulis Washington Times dua bulan lalu.

Washington Times mengkhawatirkan, hewan yang bisa berpikir segera muncul di bumi.

Berbagai penelitian dan eksperimen untuk mewujudkan rencana kontroversial ini sudah dilakukan dalam 3 dekade terakhir. Eksperimen ini bagaimanapun telah membantu manusia untuk memahami beberapa misteri besar tentang kehidupan.

"Sekarang bidang ini sudah bergerak cepat," kata Janet Rossant dari Rumah Sakit Sick Children, Toronto, Kanada yang merupakan salah satu pelopor penelitian ini.

"Akan terbuka pemahaman baru tentang biologi," tambahnya.

Mitologi

Mahluk setengah manusia dan setengah babi
Homer, hewan mitologi Yunani yang berkepala singa, bertubuh kambing, dan berekor ular.

Seribu tahun lalu, angan-angan seperti ini tergambar dalam mitologi Yunani. Sebagai contoh ada cerita tentang Homer yang digambarkan sebagai mahluk hibrida keabadian. Bukan manusia, tapi kepala berbentuk singa dan ekornya ular, sedangkan tubuhnya adalah tubuh kambing.

Mitos ini diyakini bisa diwujudkan dalam rekayasa genetika. Apalagi, dalam kembar tidak identik, ada petunjuk bahwa salah satu bisa menyerap sel yang lainnya sampai 8 persen.

Hewan dengan tubuh campuran dari berbagai hewan itu jelas tak ada di alam. Namun, para ilmuwan tidak mau langsung putus asa dan berhenti melakukan penelitian serta eksperimen.

Janet Rossant salah satunya. Ilmuwan dari Brock University, Kanada ini pernah sukses. Pada 1980, ia menumumkan telah berhasil merekayasa seekor tikus yang berasal dari dua jenis tikus yang berbeda, yakni tikus albino (Mus Musculus) dan tikus Ryukyu (Mus Caroli) dari Asia.

Mahluk setengah manusia dan setengah babi
Geep, hewan campuran kambing dan domba.

Teknik Rossant itu kembali dipakai untuk merekayasa satu hewan yang berasal dari gen dan cel berbeda, yakni domba dan kambing. Hewan ini kemudian diberi nama Geep. Nama diambil dari nama kambing (goat) dan domba (sheep).

Meskipun begitu, eksperimen ini mendapat kritikan dan pendapat miring juga. Beberapa ilmuwan menganggap sulit atau nyaris tak bisa mengembangkan satu hewan dengan organ manusia.

"Masalahnya, meski ada sel yang mirip antara dua mahluk dalam satu embrio, tapi itu tak identik," jelas Juan Carlos Izpisua Belmonte dari Sal Institute for Biological Studies di La Jolla, California.

Namun, kesuksesan membuat hewan campuran itu tetap mengilhami para ilmuwan untuk melangkah lebih maju. Mereka akan berusaha merekayasa sebuah binatang yang memiliki organ manusia. Mahluk setengah manusia dan setengah hewan.

Nah, akhir-akhir ini ada rencana untuk mencoba menanam dan menumbuhkan sel organ manusia pada babi. Jika ini sukses, maka dianggap akan menjawab problem donor organ manusia.

Babi dipakai eksperimen karena sangat memungkinkan. "Rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk menumbuhkan ginjal adalah 3 tahun," jelas Pablo Juan Ross.

Namun, menumbuhkan ginjal pada babi bisa hanya membutuhkan waktu 5 bulan. "Itu keuntungan lain menggunakan babi sebagai rumah penumbuhan organ manusia. Mereka (babi tumbuh dengan cepat," jelas Pablo Juan Ross.

Jika ini sukses, maka akan ada mahluk setengah manusia dan setengah babi.


Sumber :

Author :

Hery Prasetyo

Mengawali karier sebagai wartawan profesional di harian Bernas Yogyakarta, kemudian Timika Pos, Tabloid Soccer, Kompas.com, menjadi web consultant di Gramedia Majalah dan kini berkarier di Intisari.

Komentar

Berita Terkait

Teddy Houlston, Pedonor Organ Dalam Termuda di Dunia

Pendonor organ dalam biasanya adalah orang dewasa yang sudah

Berita Lainnya

Dari Julius Caesar hingga Perang Vietnam, Inilah 8

Tak hanya berdarah-darah, beberapa Perang Sipil bahkan

8 Mobil Ini Memiliki Kursi Terbaik yang Bisa Bikin Kita

Dengan posisi yang benar dan kursi memadai, maka kita akan

Bangun Lebih Pagi Bikin Tubuh Ramping

Anda kesulitan bangun pagi? Anda tahu, bahwa bangun di pagi

Gas Syaraf VX, Senjata Kimia yang Jadi Racun Pembunuh

Misteri racun yang membunuh kakak tiri Presiden Korut