Migrasi Manusia Modern dari Afrika ke Seluruh Dunia Terjadi Sekitar 130 Ribu Tahun yang Lalu, Lebih Tua dari yang Diperkirakan Sebelumnya

Migrasi Manusia Modern dari Afrika ke Seluruh Dunia Terjadi Sekitar 130 Ribu Tahun yang Lalu, Lebih Tua dari yang Diperkirakan Sebelumnya

  • Editor : Mohabibasyhad
  • Friday, 16 October 2015
  • 11:00 am

Gigi-gigi purba di sebuah gua di Cina Selatan menunjukkan bahwa manusia modern telah ada di Asia jauh lebih awal daripada yang diperkirakan sebelumnyadan bahwa jauh lebih awal dibanding di Eropa. Gigi-gigi itu juga mengindikasikan bahwa migrasi pertama manusia modern dari Afrika ke seluruh dunia terjadi sekitar 130 ribu tahun yang lalu, bukan 70 ribu tahun yang lalu seperti yang disebut pada penelitian sebelumnya.

Intisari-Online.com - Gigi-gigi purba di sebuah gua di Cina Selatan menunjukkan bahwa manusia modern telah ada di Asia jauh lebih awal daripada yang diperkirakan sebelumnya—dan bahwa jauh lebih awal dibanding di Eropa. Gigi-gigi itu juga mengindikasikan bahwa migrasi pertama manusia modern dari Afrika ke seluruh dunia terjadi sekitar 130 ribu tahun yang lalu, bukan 70 ribu tahun yang lalu seperti yang disebut pada penelitian sebelumnya.

Manusia modern pertama berasal dari Afrika sekitar 200 ribu tahun yang lalu. Kapan dan bagaimana garis keturunan manusia modern yang tersebar dari Afrika telah lama menjadi kontroversi.

Beberapa ilmuwan sebelumnya percaya bahwa eksodus pertama manusia modern dari Afrika terjadi antara 40 ribu-70 ribu tahun yang lalu. Namun penelitian terbaru, berdasarkan gigi-gigi kuno itu, mengisyaratkan bahwa manusia modern telah memulai perjalanan berkeliling dunia sejak 130 ribu tahun yang lalu.

Salah satu tempat yang bisa menjelaskan penyebaran pertama itu adalah Cina Selatan, yang kaya akan gua-gua purba. Para ilmuwan telah menganalisis gigi purba manusia modern yang mereka temukan di Fuyan Cave, Provinsi Hunan, Cina Selatan (yang merupakan bagian dari sistem gua dengan luas 3 ribu meter persegi.)

Penggalian pada 2011-2013 menghasilkan sekitar 47 gigi manusia modern, juga tulang belulang dari hewan-hewan seperti panda, hyena, dan babi. Para ilmuwan merinci temuan tersebut dalam jurnal Nature edisi 15 Oktober. Mereka menyebut gigi-gigi itu berasal dari 80 ribu-120 ribu tahun yang lalu. Ini membuktikan bahwa fosil-fosil yang ditemukan di Cina Selatan lebih tua dari anggapan sebelumnya bahwa manusia modern di Cina ada sekitar 45 ribu tahun yang lalu.

“Penemuan kami, bersama dengan penelitian yang lain, menunjukkan bahwa Cina Selatan adalah kunci, pusat muncul dan evolusi manusia modern di Asia Timur,” tukas co-lead author penelitian tersebut, Wu Liu, dari China’s Institute of Vertebrata Paleontology and Paleoanthropology, Beijing, kepada LiveScience.

Sekilas, gigi-gigi itu lebih kecil dari gigi-gigi lain yang sezaman yang ditemukan di Afrika dan tempat lain di Cina. Gigi-gigi itu lebih mirip dengan gigi manusia modern saat ini. Menurut para peneliti, ini menunjukkan adanya berbagai jenis manusia yang tinggal di Cina pada saat yang sama.

Simpang siur teori kedatangan manusia modern ke Eropa 

Dalam penelitian ini, para ilmuwan juga mengatakan temuan ini menjelaskan mengapa manusia modern masuk relatif terlambat ke Eropa. Hingga sekarang, belum ada bukti valid yang menyebut bahwa manusia modern datang pertama kali ke Eropa sebelum 45 ribu tahun yang lalu—meskipun beberapa yang menyebut mereka telah datang sejak 80 ribu tahun lalu. Mereka mengira, manusia Neanderthal mungkin menghalangi manusia-manusia modern untuk masuk ke benua kecil itu.

“Mungkin Eropa terlalu kecil untuk dua spesies cerdas,” jelas Maria Martinon-Torres dari University College London, kepada LiveScience. Ia menambahkan, setelah manusia Neanderthal musnah akibat isolasi dan musim dingin, baru manusia modern datang ke sana.

Sementara teori lainnya menyebut bahwa bukan manusia Neanderthal faktornya. Seorang arkeolog dari University of Exeter, Inggris, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, dalam komentarnya untuk artikel ini, menulis, manusia modern lebih memilih menginvasi Asia—dan sebagian Eropa bagian selatan—karena suhu yang relatif lebih hangat daripada Eropa bagian utara. (Mashable)

Author :

Moh. Habib Asyhad

Menyukai sejarah, sosial-budaya, dangdut, film India beserta lagu-lagunya.

Komentar

Berita Terkait

Sudah Dipastikan, Baterai Jadi Biang Keladi Terbakarnya

Samsung akhirnya mengumumkan secara resmi hasil penemuannya

Darimana Asal Kata Hoax?

Kata ini sejak awal sejarah kemunculannya sudah mengacu pada

7 Hal Yang Bisa Diintip Dokter dari Darahmu

Tak hanya indikator kesehatan seperti kolesterol yang bisa

Bukan HIV Atau Zika, Inilah 10 Virus Paling Mematikan

Menurut dw.com, bukan virus HIV atau Zika yang berbahaya di

Berita Lainnya

Sudah Dipastikan, Baterai Jadi Biang Keladi Terbakarnya

Samsung akhirnya mengumumkan secara resmi hasil penemuannya

Darimana Asal Kata Hoax?

Kata ini sejak awal sejarah kemunculannya sudah mengacu pada

Politik Identitas dalam Sepakbola

Hubungan antara sepakbola dan politik itu mungkin ajaib,

7 Hal Yang Bisa Diintip Dokter dari Darahmu

Tak hanya indikator kesehatan seperti kolesterol yang bisa