Situs Gunung Padang (10): Warga Harus Dilibatkan

Situs Gunung Padang (10): Warga Harus Dilibatkan

  • Editor : J.B. Satrio Nugroho
  • Monday, 02 July 2012
  • 03:00 pm

Proses penelitian Situs Megalitikum Gunung Padang Cianjur bukan tanpa tentangan. Harus ada jaminan kesejahteraan bagi warga sekitar.

Intisari-Online.com - “Kalau menanam padi gagal, tahun depan menanam lagi. Tapi kalo penanganan situs gagal, siapa yang bertanggung jawab?” begitulah pemikiran sederhana Abah Ruskawan, budayawan dan Ketua Payuban Pasundan Cianjur, yang sempat menolak keras proses penelitian di Gunung Padang Cianjur.

Pemikiran tersebut beralasan. Menurut dia, yang namanya budaya kalau digabung sama pariwisata, pasti pariwisatanya yang cenderung menonjol. “Hal itu dibuktikan, pagar yang dahulu ada sekarang dicabut,” kata Abah. Selain itu, pembuatan menara pandang di area Teras V yang menurut Abah termasuk zona inti situs juga “merusak” areal situs.

Tim peneliti bersama Staf Khusus Kepresidenan, Andi Arif, kemudian melakukan silaturahmi ke Abah Ruskawan. Saat pertemuan itu, Abah meminta beberapa syarat. Abah meminta penelitian dilakukan secara berurutan. “Tentukan dulu zona inti sampai mana, luasnya berapa, lalu zona penyangganya berapa. Baru dilakukan ekskavasi, kemudian restorasi, termasuk penataan,” kata Abah.

Yang kedua, Abah menanyakan apa manfaat Gunung Padang buat masyarakat sekitar. “Jangan sampai mereka terusir, bukan jadi pelaku malah hanya jadi penonton,” tegasnya. Menurut Abah, saat itu Andi Arif mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berjanji akan memakmurkan warga di sekitar Gunung Padang. “Infrastruktur akan dikembangkan, termasuk pemberdayaan masyarakat sekitar."

Maka itu, penelitian kali ini sudah mendapatkan persetujuan dari masyarakat, walaupun masih ada kecurigaan bahwa janji-janji itu tidak benar dipenuhi. Namun, Pak Asep Sudrajat, Juru Kunci Gunung Padang, sepakat jika Gunung Padang terus diteliti sampai tuntas, sehingga cerita mengenai asal-usul Gunung Padang bisa jelas. “Selama ini simpang-siur, macem-macem-lah, hasil penelitian,” kata Pak Asep.

Selain itu, semakin terang Si Gunung Padang, tentu masyarakat juga terkena imbasnya. “Sekarang aja sudah banyak warung di kaki bukit,” kata Pak Asep dengan logat Sundanya.

-bersambung-

Author :

J.B. Satrio Nugroho

Komentar

Berita Terkait

Gawat, Hampir 100 Persen Rudal Balistik Antarbenua

Kabarnya, hampir 100 persen rudal balistik antarbenua milik

Tebak-tebak Berhadiah Wujud Nokia 3310 Terbaru yang

Nokia 3310 terbaru semakin menarik diobrolkan lantaran belum

Kerap Menjumpai Kasus "404 Not Found Error"

Saat mengunjungi situs web muncul "404 Not Found

Mengapa Harus Pakai Sepatu Jika Kaus Kaki Ini Justru

Free Your Feet, Bebaskan Kaki Anda. Itulah yang ingin

Berita Lainnya

Android KeyOne, Produk Baru BlackBerry dengan Keyboard

Menggandeng TCL, BlackBerry memperkenalkan Android KeyOne

Mengapa Kita Merasa Seperti Ada Kupu-kupu Dalam Perut

Ada penjelasan ilmiah di balik ‘kupu-kupu’ tersebut.

Tabel Periodik Ini Secara Kreatif Mampu Tunjukan Fungsi

Menghafal unsur-unsur kimia dalam tabel periodik kini bisa

Penting untuk Musim Hujan, Alat Unik Ini Bisa Menaikkan

Tak perlu heater ruangan, dengan alat ini kita bisa hangat.