Mengenal Keunikan Kuliner Korea

Mengenal Keunikan Kuliner Korea

  • Editor : Rusman Nurjaman
  • Thursday, 12 January 2017
  • 02:32 pm

Makanan Korea memiliki filosofi dan kandungan nutrisi yang lebih menyehatkan

Intisari-Online.com - Tradisi kuliner selalu mencerminkan budaya komunitas penyangganya. Hal ini berlaku tidak hanya bagi kuliner Nusantara yang memiliki aneka citarasa cukup kaya. Tetapi juga tampak dalam tradisi kuliner bangsa lain. Di antaranya kuliner Korea yang kini juga banyak bermunculan di beberapa titik di ibu kota. Tengok saja, misalnya, di sepanjang Jalan Wolter Monginsidi, Jakarta Selatan.

(Meski Sama-sama Daging, Kandungan Gizi Daging Sapi Jauh Lebih Banyak Dibanding Daging Ayam)

Ikon-ikon budaya pop yang kini banyak digemari anak negeri sudah banyak diketahui orang. Yang belum banyak diketahui adalah bahwa negeri ginseng itu mempunyai tradisi kuliner yang tergolong unik. Sebagaimana dipaparkan dalam Korean Cuisine: Refresh Your Sense, buku panduan yang diterbitkan Korea Tourism Organization, kuliner Korea memiliki nilai filosofi, ilmiah, dan medis yang menarik untuk diungkap lebih jauh.

Jejak Budhisme dalam tradisi kuliner Korea

Makanan Korea adalah sumber energi yang baik. Bagi orang Korea, energi tak semata berkaitan dengan kekuatan fisik. Namun juga bertaut dengan kekuatan jiwa dan pikiran. Tak heran jika kearifan tradisional Korea mengatakan, “Masakan dan ilmu kedokteran tumbuh dari akar budaya yang sama.” Oleh sebab itu, “Tak ada ilmu kedokteran yang lebih baik dari masakan”. Kepercayaan tradisional lama ini menunjukkan pentingnya peran makanan bagi kesehatan fisik dan emosional bangsa Korea.

(Inilah Dua Surga Kuliner di Denpasar)

Sementara filosofi yang terkandung dalam prinsip yin dan yang, dan lima unsur dasar menerangkan kesalingterkaitan antar-unsur. Filosofi ini menerangkan bagaimana semua hal-ihwal di alam tumbuh dan berkembang berdasarkan hubungan saling menguntungkan satu sama lain.

Prisnsip yin-yang, misalnya, menjelaskan bagaimana Bumi dan langit dibentuk. Dua energi ini juga kemudian yang menciptakan lima unsur: tumbuhan, api, tanah, logam, dan air. Ada juga lima warna utama: biru, merah, kuning, putih, dan hitam - yang sejalan dengan kelima unsur dasar. Bahan-bahan dengan warna tersebut dicampur untuk menghasilkan makanan yang memungkinkan tubuh menyerap nutrisi secara efisien. Juga membangkitkan selera melalui lima cita rasa esensial, yaitu asin, panas, manis, pahit, dan asam. Di sinilah tampak jejak Budhisme dalam kuliner Korea.

Bila makanan yang berbeda-beda itu dipadukan, satu sama lain akan meningkatkan khasiat makanan tersebut. Ginseng dalam menu samgyetang (sup ginseng), misalnya, membantu menghilangkan stres. Se-ujeot (udang yang diasinkan) yang disajikan dengan bossam (daging yang dikukus dan dibaluti sayuran) dapat menurunkan kegemukan.

Sayuran lebih dominan

Beberapa makanan Korea diolah melalui proses fermentasi. Misalnya, kimchi yang selalu jadi menu utama. Bahan pokoknya adalah sawi putih. Fermentasi ini menjadi bagian paling menarik dalam mendiskusikan aspek ilmiah dari makanan Korea. Sebab, bakteri yang baik dari bahan-bahan alami membantu proses fermentasi menghasilkan kandungan nutrisi makanan yang tinggi.

(Bisnis Truk Kuliner Makin Menggiurkan)

Sayur-sayuran boleh dibilang hal yang jamak dalam masakan orang Korea. Hampir semua masakan selalu memakai sayur sebagai bahannya. Pola makan yang sehat ini tentunya menggambarkan gaya hidup yang sehat pula. Bagi Anda yang vegetarian, menyantap kuliner Korea bisa membangkitkan sensasi yang berbeda.


Sumber :

Author :

Rusman Nurjaman

Komentar

Berita Terkait

Bubur Bali, Bubur Ayam Pakai Lawar

Bubur bali yang unik tapi juga enak. Bubur ayam yang

Pepes H. Dirja, Murah dan Meriah, tapi Juga Wah!

Mencari tempat makan dengan harga yang murah namun dengan

Usut Asal: Sejarah Unik di Balik "French

Tahukah kamu dari mana asal istilah "french

Rahasia Air Nira Bika Ambon Zulaikha

Bika Ambon merupakan salah satu oleh-oleh yang wajib dibawa

Berita Lainnya

Berharap Bertemu Badak di Ujung Kulon

Ujung Kulon kadung dikenal sebagai habitat badak jawa yang

Dulu Lautan Api, Kini Bandung Lautan Kuliner

Kota Bandung tengah bersalin rupa. Pertumbuhan bisnis

Ingin Berfoto dengan ‘Background’ Ikon Raja Ampat

Bermimpi untuk berfoto dengan latar belakang Pulau Wayag,

Pagi Hari di Raja Ampat, Sajian Audio-Visual yang

Semua keindahan yang mengagumkan tersebut sudah tersaji saat