Rahasia Air Nira Bika Ambon Zulaikha

Rahasia Air Nira Bika Ambon Zulaikha

  • Editor : Agus Surono
  • Wednesday, 28 December 2016
  • 01:30 pm

Bika Ambon merupakan salah satu oleh-oleh yang wajib dibawa manakala bepergian ke Medan. Lalu, mengapa harus Bika Ambon Zulaikha?

Intisari-Online.com - Medan dan bika ambon ibarat dua sisi mata uang. tak bisa dipisahkan. Bicara bika ambon tak bisa dilepaskan dari Bika ambon Zulaikha.

Tak bisa dipungkiri bahwa Bika Ambon Zulaikha sangat fenomenal. Hingga saat ini. Padahal Zulaikha termasuk pemain baru, dibanding gerai bika ambon lainnya yang berderet di Jalan Mojopahit, pusat oleh-oleh khas Medan.

(Bika Ambon yang Gede di Medan)

Di kota Medan bika ambon mencapai masa gemilangnya puluhan tahun silam. Awalnya dipopulerkan oleh Bika Ambon Atik. Tren itu bertahan lama dan Atiklah yang membuat kawasan Mojopahit diramaikan oleh pengusaha bika ambon. Hingga kini ada sekitar 50-an usaha bika Ambon yang mangkal di jalan tersebut.

Zulaikha memulainya tahun 2003. Kehadirannya seakan-akan menggusur seluruh bika ambon yang selama ini ada. Bayangkan saja, ketika Bika Ambon Zulaikha memiliki pelanggan yang membeludak, yang untuk membeli satu kotak saja harus antri panjang, puluhan gerai bika ambon lainnya nyaris kosong.

Bika Ambon Zulaikha didirikan oleh Hajjah Mariani. Nenek berusia 67 tahun ini memutuskan memberi nama usahanya dengan nama putrinya, Zulaikha.

Kehadiran Bika Ambon Zulaikha seperti jadi angin segar bagi kalangan muslim,karena selama ini bika ambon dikuasai oleh kalangan Tionghoa.

Air nira yang difermentasi

Bika ambon memiliki bentuk yang khas. Bika ambon yang enak adalah bika dengan serat yang sempurna di bagian dalam dan rasanya lembut dengan sensasi lemak di ujung lidah.

(Ambon dan Pulau-pulau Bersejarah)

Bahan utamanya terbuat dari tepung tapioka, santan, gula, telur, dan air nira. Penggunaan air nira sempat menjadi pro dan kontra dalam hal kehalalannya. Karena ada yang menyamakan air nira sama dengan tuak yang haram diminum oleh kalangan Muslim.

Menurut Zulaikha, bika ambon memang terbuat dari air nira yang khusus diproduksi dari pulau Sumatra. “Yang digunakan murni air nira dan kini sudah ada sertifikat halal dari MUI,” ucapnya. Air niralah yang berperan membuat serat yang sempurna pada bika ambon. Air nira ini difermentasi hingga 10 jam, barulah proses pembuatan bika ambon berjalan sempurna.

Dijelaskan Zulaikha, salah satu kegunaan air nira pada bika adalah untuk membuat kue tersebut mengembang dan membentuk serat halus pada daging kue.

Untuk memuluskan usaha, kini Zulaikha sudah memiliki 20 karyawan. Karyawan itu bisa bertambah menjelang dan saat hari besar seperti Lebaran. Pada saat-saat seperti itu karyawan Bika Ambon Zulaikha bisa mencapai 30 orang.

Zulaikha menyediakan berbagai jenis rasa bika ambon, antara lain bika ambon original, keju, moca, dan pandan keju. Harga yang jual per kotak antara Rp 38.000,- dan Rp 45.000,-.

Oki, salah seorang pelanggan fanatik bika ambon Zulaikha menuturkan, dirinya menyukai bika ambon Zulaikha karena rasanya yang khas, ”Beda dengan tempat lain. Kadang ada juga bika ambon memiliki aroma amis, tapi kalau yang ini tidak.” Selain itu, rasa lemak dan manisnya pas. ”Bisa diterima di lidah, jadi bikin tidak eneg saat makan. Selanjutnya, bika ambon Zulaikha selalu dalam keadaan baru.” (Wisata Jajan Medan)


Sumber :

Author :

Agus Surono

ora obah, ora mamah

Komentar

Berita Terkait

Lupakan Semua Urusan di Kampung Daun

Wisata kuliner di Kampung Daun, Lembang, Bandung.

Degan Bakar Cak Mat Bikin Stamina Kuat

Tidak hanya berkhasiat menyegarkan, kelapa muda atau degan

Rawon Setan Surabaya yang Tak Bikin Kesetanan

Berkunjung ke Surabaya, jangan lupa untuk menikmati rawon

Tanah Tak Selalu Gersang, Wisata ke Kupang Memesona

Yuk, jalan-jalan ke alam Pulau Timor. Kupang menjadi tujuan

Berita Lainnya

Berbanggalah, Indonesia Menempati Posisi 6 Negara

Menurut situs pariwisata Rough Guides, Indonesia menempati

Jika Sedang di Malang, Janga Lupa Icip-icip Orem-orem

Kalau sedang di Malang, cobalah mencari makanan khas

Selamat Datang di Republik Telo, Republiknya Makanan

Sayang rasanya bila meninggalkan Malang, tanpa membawa

Candi Kidal Memang Tak Setenar Candi Singosari, tapi

Candi ini memang tidak setenar Candi Singosari. Tetapi