Guru Patimpus, Pendiri Kota Medan

Guru Patimpus, Pendiri Kota Medan

  • Editor : Agus Surono
  • Wednesday, 06 July 2011
  • 09:30 am

Jika berkunjung ke Medan, sempatkanlah mampir ke monumen Guru Patimpus. Inilah pendiri kota Medan yang sekarang berkembang pesat menjadi kota besar di Indonesia.

Jika Anda berkeliling Kota Medan, akan menemui banyak tugu atau monumen. Baik yang berupa perlambang atau rupa orang. Salah satunya adalah Guru Patimpus yang berada di Bundaran Petisah. Meski agak tenggelam oleh bangunan di sekelilingnya, namun patung ini menyimpan sejarah bernilai tinggi. Ya, Guru Patimpus diyakini sebagai pendiri Kota Medan.

Siapa Guru Patimpus ini? Melalui sebuah panitia sejarah, Guru Patimpus lahir di Aji Jahei. salah satu kampung di Taneh Karo Simalem yang sejuk, dingin, nyaman dengan angin pegunungannya. Ia menikah di Batu Karang dengan beru Bangun, mendirikan kampung di Perbaji dan memiliki seorang anak laki-laki bernama Bagelit. Guru Pa Timpus bertubuh kekar, tinggi, gagah, dan berjiwa patriotik seperti seorang panglima. Ia juga seorang Guru, yang dalam bahasa Karo berarti seorang ahli dalam berbagai ilmu pengetahuan, ilmu obat-obatan, ilmu gaib, dan memiliki kesaktian, namun Ia-nya berjiwa penuh kemanusiaan lemah lembut dalam bertutur kata, mempunyai karakteristik yang simpatik, berwibawa, berjiwa besar dan pemberani. Inilah yang tergambar dalam sebuah monumen itu.

Hanya saja, keberadaan monumen ini kurang menarik perhatian karena berada di tempat yang biasa-biasa saja. Berbeda dengan tugu Km 0 misalnya. Tugu ini seperti tenggelam di tengah deretan bangunan ruko di sekelilingnya. Monumen yang merupakan hasil jerih payah swadaya masyarakat khususnya masyarakat Karo ini diresmikan pada tanggal 23 Maret 2005.

Pemko Medan telah memberikan penghargaan terhadap Guru Pa Timpus, yaitu dengan ditetapkannya Hari Jadi Kota Medan pada tanggal 1 Juli 1590 dan kemudian memberikan nama kepada salah satu jalan di petisah dengan nama jalan Guru Pa Timpus. (Berbagai sumber)

peta 

Author :

Agus Surono

ora obah, ora mamah

Komentar

Berita Terkait

Sigiriya, Kota Kuno di Atas Batu Setinggi 200 Meter

Terletak di Srilanka, Sigiriya merupakan kta kuno di atas

20 Kota Paling Banyak Dikunjungi Wisatawan, Apakah

Sebuah riset yang dilakukan oleh kartu kredit Mastercards

Masjid Ki Buyut Lankay, Masjid Unik Ikon Kota Mojokerto

Bermula dari ketidaksengajaan, arsitektur Masjid Jami Ki

Jakarta Sebagai Satu-satunya Kota Setingkat Provinsi

Jakarta merupakan sebuah kota besar di Indonesia yang

Berita Lainnya

Gunungbunder, Alternatif Ketika Puncak Membosankan

Bosan ke Puncak atau sudah merasa lelah dengan macetnya lalu

Terlalu Indah, Inilah 8 Kapal Karam yang Menjadi Obyek

Sebenarnya masalah kapal karam sering terjadi. Namun karena

Menyaksikan Sisa Kejayaan Keluarga Cendana di Kepulauan

Tidak perlu jauh-jauh, mari kita berlibur ke Kepulauan

Museum Pino Familia di Korea Selatan, Destinasi Baru

Negara Korea Selatan terkenal akan drama dan lagunya. Oleh