Mengungkap Asal-Usul Manusia Lewat DNA Mitokondria: Homo dan Australopithecus

Mengungkap Asal-Usul Manusia Lewat DNA Mitokondria: Homo dan Australopithecus

  • Editor : Mohabibasyhad
  • Thursday, 21 May 2015
  • 02:00 pm

Upaya mengungkap asal-usul manusia seperti mendapatkan darah baru, setelah selama puluhan tahun para ilmuwan berkutat menghubung-hubungkan riwayat fosil yang didapatkan di berbagai belahan bumi. Darah baru itu adalah penerapan teknologi genetika dengan menggunakan DNA mitokondria (mtDNA) untuk mencari tahu hubungan kekerabatan antarpopulasi. Terobosan itu membuka pintu gerbang menuju pengungkapan cikal-bakal manusia modern atas dasar persamaan genetik.

Intisari-Online.com - Upaya mengungkap asal-usul manusia seperti mendapatkan darah baru, setelah selama puluhan tahun para ilmuwan berkutat menghubung-hubungkan riwayat fosil yang didapatkan di berbagai belahan bumi. Darah baru itu adalah penerapan teknologi genetika dengan menggunakan DNA mitokondria (mtDNA) untuk mencari tahu hubungan kekerabatan antarpopulasi. Terobosan itu membuka pintu gerbang menuju pengungkapan cikal-bakal manusia modern atas dasar persamaan genetik.

Roots adalah buku yang sangat terkenal di Amerika. Buku ini mengisahkan perjuangan seorang keturunan budak asal Afrika yang berhasil mendapatkan jejak nenek moyangnya di tanah kelahirannya. Dari kisahnya kita tahu, manusia punya naluri dasar untuk menelusuri asal-usulnya.

Dalam skala yang lebih luas pencarian asal-usul manusia modern dalam konteks evolusi, masih belum tuntas hingga kini. Para ahli arkeologi dan paleontologi tak kenal lelah menelusuri jejak nenek moyang manusia dengan memelototi jejak, alat-alat, dan fosil-fosil yang ditemukan. Demikian pula para pakar kebudayaan berusaha menyisir pertalian antara satu kebudayaan dengan kebudayaan lain. Namun, bukti-bukti yang didapat umumnya masih kurang memuaskan, karena sebagian masih berdasarkan dugaan.

Homo dan Australopithecus

Kendati begitu para pakar paleoantropologi sudah selangkah maju pada tahap penggambaran global asal-usul manusia dalam suatu pohon keturunan. Itu pun dengan satu catatan, penyederhanaan dan asumsi-asumsi yang tidak disepakati semua ilmuwan. Satu hal yang mereka akur adalah adanya dua kelompok besar (genera) yang diperkirakan muncul pada sekitar 4 juta tahun silam.

Salah satu dari dua kelompok itu adalah genus Homo atau manusia. Genus ini muncul dalam kurun waktu 2 juta - 0,5 juta tahun lalu. Anggota dari genus ini paling kurang terdiri atas tiga spesies: Homo habilis, Homo erectus, dan Homo sapiens.

Sampai titik ini para pakar yang bergelut dengan fosil kembali berbeda pemikiran ihwal bagaimana genus Homo menggantikan genus Australopithecus. Genus yang muncul lebih awal mendiami sebagian besar kawasan Afrika pada sekitar 4 juta tahun ialu. Berbeda dengan Homo yang lebih modern, secara fisik Australopithecines, salah satu anggota dari genus ini, mempunyai bentuk badan seperti kera dengan volume otak yang lebih kecil dibandingkan dengan Homo. Tetapi mereka sudah amat piawai menggunakan dua kaki, ciri khas yang persis sama dengan manusia.

Artikel ini pernah dimuat di Intisari edisi Oktober 2001 dengan judul “DNA Mitokondria Lorong Menuju Pengungkapan Asal-Usul Manusia”

Author :

Moh. Habib Asyhad

Menyukai sejarah, sosial-budaya, dangdut, film India beserta lagu-lagunya.

Komentar

Berita Terkait

Dokter Menemukan 150 Cacing Parasit Hidup di Perut

Belum lama ini sekelompok dokter menemukan 150 cacing

Malangnya Nasib Nenek 92 Tahun yang Dipaksa Tinggal di

Menurut pengakuan sang nenek, ia telah tinggal di situ

Museum Unik di Jepang Ini Tampilkan Lebih dari 1.700

Jepang adalah salah satu negara yang museum-museumnya paling

Hiu Jinak Ini akan Selalu Datang dan Meminta Dibelai

Tak hanya anjing atau kucing saja yang bisa bermanja-manja

Berita Lainnya

Dokter Menemukan 150 Cacing Parasit Hidup di Perut

Belum lama ini sekelompok dokter menemukan 150 cacing

Ramai-ramai Saweran agar Billboard Australia Day yang

Sebagian orang bahkan menanggapinya dengan kasar. Billboard

Yosep Anggi Noen, Aktor Intelektual di Balik

Membicarakan Istirahatlah Kata-Kata tak lengkap rasanya jika

Aksi Gajah Mencuci Mobil Pengujung Dengan Belalainya

Di Taman Safari Oregon, Amerika Serikat ada atraksi gajah