Terapi CAPD: Alternatif Bagi Gagal Ginjal

Terapi CAPD: Alternatif Bagi Gagal Ginjal

  • Editor : Olivia Lewi Pramesti
  • Tuesday, 15 March 2011
  • 07:12 pm

Anda divonis gagal ginjal?Tak mau repot dengan urusan cuci darah di rumah sakit? Kalau begitu Anda perlu mencoba terapi pengganti ginjal CAPD atau Continuous Ambulatory…

Anda divonis gagal ginjal?Tak mau repot dengan urusan cuci darah di rumah sakit? Kalau begitu Anda perlu mencoba terapi pengganti ginjal CAPD atau Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (Dialisis Peritoneal/cuci darah lewat perut).

Terapi ini memang tidak populer di Indonesia, tenggelam oleh terapi hemodialisis (cuci darah di rumah sakit) dan transplantasi. Padahal di Thailand,CAPD justru dianjurkan untuk pasien gagal ginjal.

Direktur RS PGI Cikini, dr.Tunggul D. Situmorang,Sp.P.D,.KGH, di Jakarta (10/3), menyatakan bahwa ada banyak keuntungan yang diperoleh dari terapi ini. Antara lain, zat racun aktif dikeluarkan tubuh karena dilakukan 24 jam penuh, kadar hemoglobin lebih tinggi sehingga meningkatkan kualitas hidup, resiko terkena penyakit hepatitis kecil, dapat dilakukan sendiri oleh pasien, dan pasien pun dapat mengerjakan aktivitasnya tanpa terganggu.

CAPD dilakukan mandiri oleh pasien sebanyak 3 - 4 kali per hari dengan cara memasang sebuah kateter di perut. Kateter tersebut berfungsi untuk mengeluarkan cairan dan racun dari dalam tubuh. Tiap kali CAPD diperlukan waktu 30 menit.

Dr. Tunggul melanjutkan, karena dilakukan sendiri oleh pasien, maka diperlukan kedisplinan dari pasien. Kedisiplinan ini seperti cuci tangan sebelum memasang sistem CAPD, menggunakan masker untuk menutup mulut, serta menjaga kebersihan lingkungan ruangan.

"CAPD ini cenderung sedikit kontradiksinya.Infeksi bisa timbul jika pasien tidak mematuhi aturan kebersihan pemasangan. Jangan khawatir tentang terapi ini, karena sebelumnya pasien akan dilatih hingga benar-benar bisa," kata Tunggul.

Terapi CAPD bisa dilakukan pada semua penderita gagal ginjal dengan tingkat kronis yang berbeda-beda. Hanya saja, bagi pasien yang usai menjalani pembedahan di daerah perut dan yang mengalami gangguan di bagian kulit perut tidak dianjurkan menggunakan terapi ini karena bisa infeksi.

Dibandingkan dengan terapi lain, CAPD relatif lebih murah. Apalagi kalau pasien tidak memiliki Askes. Untuk non-Askes, biaya awal Rp 2,3 juta dan per bulannya Rp 5 - 6 juta. Akan tetapi kalau memegang kartu Askes, biaya awal gratis sedangkan per bulannya Rp 1 juta. Bandingkan dengan transplantasi yang memerlukan biaya awal Rp 200 juta - Rp 500 juta, sedangkan per bulannya harus keluar Rp 6 juta - Rp 7 juta.

Author :

Olivia Lewi Pramesti

Tags

#ginjal

Komentar

Berita Terkait

Seks Memang Bisa Redakan Stres, Tapi Tidak Serta Merta

Seks bisa dijadikan "terapi" untuk meredam stres.

Bukan karena Teknik atau Posisi Seks, Penyebab

Alih-alih memikirkan bagaimana mencapai kenikmatan dengan

4 Bagian Tubuh Wanita yang Bikin Mereka Bergairah Ini

Beberapa bagian tubuh wanita yang bila disentuh saat

Masih Saja Suka Berbohong? Inilah Efek Buruk Berbohong

Berikut adalah tiga efek buruk kebohongan bagi kesehatan

Berita Lainnya

Agar Ranjang Tetap Membara, saat Hubungan Sudah

Jika sudah tinggal bersama pasangan dalam waktu yang cukup

Tak Berani Lakukan Oral Seks karena Takut Terkena

Apalagi beberapa tahun lalu seorang aktor Hollywood

Hati-hati! Perokok yang Mulai Merokok Sejak Remaja akan

Perokok yang mulai merokok sejak usia 13 tahun lebih susah

Jangan Bingung Menghadapi Pasangan yang Introver,

Pasangan Anda introver? Jangan bingung menghadapinya.