Dunning-Kruger Effect, Sindrom yang Dialami oleh Orang yang Merasa Paling Benar dan Tahu Segalanya

Dunning-Kruger Effect, Sindrom yang Dialami oleh Orang yang Merasa Paling Benar dan Tahu Segalanya

  • Editor : Okke Nuraini Oscar
  • Monday, 01 February 2016
  • 03:20 pm

Pernahkah Anda mempunyai kawan yang merasa paling benar dan tahu segalanya? Tapi, mengapa beberapa kawan kita yang benar-benar mampu dan kompeten memilih untuk diam? Ada sebuah fenomena dalam psikologi yang disebut "Dunning-Kruger Effect", kebanyakan dari yang mengalami sindrom ini adalah mereka-mereka yang sebenarnya tidak kompeten.

Intisari-Online.com - Pernahkah Anda mempunyai kawan yang merasa paling benar dan tahu segalanya? Tapi, mengapa beberapa kawan kita yang benar-benar mampu dan kompeten memilih untuk diam? Ada sebuah fenomena dalam psikologi yang disebut "Dunning-Kruger Effect", kebanyakan dari yang mengalami sindrom ini adalah mereka-mereka yang sebenarnya tidak kompeten.

Dunning-Kruger Effect ini adalah teori yang dikembangkan pada tahun 1999 oleh Dr. David Dunning dan Dr. Justin Kruger, dua profesor psikologi dari Cornell University. Secara garis besar, Dunning-Kruger Effect didefinisikan sebagai bias kognitif di mana seorang individu yang tidak terampil menderita superioritas ilusi, mereka keliru akan tingkat kemampuan mereka dan merasa kemampuan mereka jauh lebih tinggi dari yang sebenarnya. Bias ini dikaitkan dengan ketidakmampuan metakognitif untuk mengenali mereka sendiri .

Ciri dari seseorang yang mengalami Dunning dan Kruger effect ini adalah; Cenderung berlebihan menilai tingkat keahliannya, tidak mampu untuk mengenali keahlian diri orang lain, tidak mampu untuk mengenali aspek buruk dari ketidakcakapannya, serta  mengenali dan mengakui kekurangan keahlian diri. Namun, studi serupa dengan sasaran orang-orang Asia Timur menyimpulkan hal yang berbeda dengan efek Dunning-Kruger. Saat diminta melakukan asesmen diri mereka, orang-orang Asia Timur cenderung merendahkan penilaian terhadap kompetensi diri mereka, dan melihat kinerja yang rendah sebagai peluang untuk mengembangkan diri mereka. Artinya, orang Asia Timur cenderung tidak mau menonjolkan dirinya, meski sebenarnya mereka termasuk orang-orang yang kompeten.

Penyebab dari Dunning-Kruger Effect yang paling besar adalah ego. Tidak ada satu orangpun yang berpikir dirinya adalah orang yang tidak mempunyai kemampuan sehingga mereka akan meningkatkan penilaian mengenai dirinya. Penilaian seseorang memiliki pengabaian (ignorance) sehingga lebih mudah mengakui diri kompeten daripada mengetahui dan menilai kelemahan diri, sehingga hal inilah yang menciptakan ilusi. Cara yang dapat kita lakukan untuk menghadapi Efek Dunning-Kruger ini adalah berpikir kritis terhadap apa yang menjadi kemampuan diri kita sendiri, logis dalam berpikir dan selalu berada dalam kerendahan hati.

 

(spring.org.uk)

Author :

Okke Nuraini Oscar

Komentar

Berita Terkait

Tunda Waktu Punya Anak? Ingatlah Bahwa Kesuburan

Kesuburan seorang pria ternyata ada batasnya. Meski masih

Ada Orang yang Membenci Anda Tanpa Alasan? Jangan

Dalam hidup ini, akan selalu ada orang yang menyukai kita

Ayah Ini Tunjukkan Foto Jari Kaki Anaknya Sebagai

Melalui Facebook, seorang ayah di Kansas menunjukkan foto

Daging Domba, 1 dari 9 Makanan yang Ampuh Hilangkan

Beberapa makanan yang mampu menghilangkan perut buncit ini

Berita Lainnya

Seks Memang Bisa Redakan Stres, Tapi Tidak Serta Merta

Seks bisa dijadikan "terapi" untuk meredam stres.

Tunda Waktu Punya Anak? Ingatlah Bahwa Kesuburan

Kesuburan seorang pria ternyata ada batasnya. Meski masih

Ada Orang yang Membenci Anda Tanpa Alasan? Jangan

Dalam hidup ini, akan selalu ada orang yang menyukai kita

Ayah Ini Tunjukkan Foto Jari Kaki Anaknya Sebagai

Melalui Facebook, seorang ayah di Kansas menunjukkan foto