Mendidik Anak Mandiri

Mendidik Anak Mandiri

  • Editor : Agus Surono
  • Tuesday, 10 May 2011
  • 01:36 pm

Keberanian dan kemandirian bisa dibentuk sejak kecil. June Thompson, dalam bukunya Toddlecare, Pedoman Merawat Balita (edisi terjemahan Indonesia, terbitan Penerbit Erlangga), memberikan kiat berikut.Bangunlah…

Keberanian dan kemandirian bisa dibentuk sejak kecil. June Thompson, dalam bukunya Toddlecare, Pedoman Merawat Balita (edisi terjemahan Indonesia, terbitan Penerbit Erlangga), memberikan kiat berikut.

  1. Bangunlah kepercayaan diri si kecil sejak dini. Berikan banyak kasih sayang dan perhatian padanya. 
  2. Berikan dukungan positif kapan pun ia berhasil. Jangan pernah membuat si kecil merasa gagal karena ia tidak mampu melakukan sesuatu. Hal itu hanya akan menghalanginya untuk berusaha melakukannya lagi. 
  3. Dorong ia untuk terlibat berbagai macam aktivitas. Semakin banyak rangsangan dan kesempatan mengembangkan kemampuan barunya, besar kemungkinan si kecil menjadi lebih percaya diri dalam melakukan segala hal. 
  4. Dorong ia melakukan berbagai macam permainan, baik sendiri maupun bersama anak lain. 
  5. Ajak ia bersosialisasi, mengunjungi tempat-tempat umum, dan bertamu agar pengetahuan dan pengalamannya bertambah. 
  6. Biarkan ia sekali-sekali membuat keputusan sendiri. Misalnya memilih baju yang akan dipakainya. 
  7. Biarkan ia mengerjakan segala sesuatu sendiri walaupun pada awalnya ia membuat kesalahan. 
  8. Ketika bermain dengan si kecil, hindari bersikap dominan dan selalu memimpin. Bermainlah mengikuti gerakannya dan biarkan ia menjadi pemberi contoh gerakan. 
  9. Libatkan si kecil dalam pembicaraan orang dewasa. Namun, hindari berbicara hal yang tidak ia mengerti. 
  10. Sesekali kita perlu sengaja membuat kesalahan bodoh. Misalnya, menulis dengan pensil terbalik atau mengosongkan isi kaleng yang masih tertutup. Biarkan si kecil mengoreksi kesalahan tersebut. 
  11. Dorong ia mengungkapkan perasaan dan idenya. 
  12. Minta maaf bila kita bersikap tidak adil kepadanya. 
  13. Jika si kecil pemalu, doronglah untuk bergabung dengan kelompok kecil. Namun, ia jangan dipaksa. 
  14. Bersikaplah tertarik pada aktivitas si kecil dan jika perlu membantunya. Namun, hindari mengambil alih atau ikut campur. 
  15. Biarkan si kecil membantu mengerjakan pekerjaan rumah walaupun kenyataanya ia lebih banyak mengganggu pekerjaan kita. Meniru orang dewasa merupakan bagian penting dalam menumbuhkan kemandirian. 

Author :

Agus Surono

ora obah, ora mamah

Komentar

Berita Terkait

Dimanakah Letak G-Spot pada Pria?

Informasi yang ada selama ini menyatakan, G-Spot hanya

Rencanakan Liburan Akhir Tahun? Ketahui Dulu 7 Kota

Anda rencakan liburan akhir tahun ini? Coba ketahui dulu

600.000 Anak di Bawah Usia 5 Tahun Meninggal karena

UNICEF memberitahu bahwa ada dua milar anak yang menghirup

Apa Alasan Anak Usia SD Diberikan Vaksin HPV?

Munculnya beragam komentar negatif terkait vaksin HPV

Berita Lainnya

Para Wanita, Perhatikan: Warna Darah Menstruasi

Perhatikan warna darah menstruasi Anda. Sebab, warna darah

Di Penismu Terbaca Usia Harapan Hidupmu

Disfungsi ereksi (DE) dapat menjadi fatal jika tidak

Dimanakah Letak G-Spot pada Pria?

Informasi yang ada selama ini menyatakan, G-Spot hanya

Susahnya Membawa Wanita Berbobot 500 Kg dari Mesir ke

Eman Ahmed mendapat fasilitas gratis untuk operasi