Batik Betawi Lahir Kembali (3)

author : Rusman Nurjaman
Thursday, 11 October 2012 - 11:03 am

Share |
seracibatikbetawi.wordpress.com

Monas dalam Batik Betawi

Intisari-Online.com - Sejak dirintis kembali tahun 2010 yang lalu, dukungan untuk mengembangkan batik betawi mulai mengalir. Perlahan publik pun mengakui keberadaannya. Tahun 2011 silam, misalnya, batik betawi diundang untuk membuka stand di arena Pekan Raya Jakarta. Undangan ini datang atas usulan Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB). Rupanya LKB mulai ‘ngeh’ dengan keberadaan batik betawi dan visi budaya yang dibawanya.

Menurut Rudy Haryanto, staf Bidang Pelestarian LKB, ikhtiar yang dilakukan Erna beserta komunitas Betawi di Marunda harus diapresiasi. Hal ini, menurut dia, menjadi titik terang kemunculan kembali batik Betawi. “Mereka berhasil mengembangkang motif-motif yang menggambarkan kehidupan orang Betawi,” ucap Rudy. Merujuk kepada beberapa literatur, dia menengarai batik Betawi memang pernah hidup. Salah satu bekas sanggarnya berada di daerah Cakung, Jakarta Timur. Namun kemudian dilarang lantaran limbahnya dianggap mengotori sungai.

Belakangan, LKB giat memfasilitasi pengembangan batik betawi yang digagas Erna ini. Misalnya, melalui kerjasama mengadakan pelatihan batik. Ini lantaran batik betawi tumbuh dari penyadaran akan budaya sendiri, terutama di kalangan orang Betawi. Dalam waktu dekat, LKB juga merencanakan pembentukan Keluarga Batik Betawi (KBB). Tujuannya, tak lain demi meningkatkan apresiasi dan pengembangan batik betawi. KBB nantinya menjadi salah satu lembaga yang menginduk ke LKB.

Dari segi pemasaran, batik betawi juga lumayan mendapat sambutan hangat. Motifnya yang lebih beragam dan dominasi warna-warna cerah yang lebih ngejreng menarik minat konsumen. Yayuk Sudiono, pemilik butik batik betawi di Bekasi Timur, misalnya, adalah pihak yang ikut ‘kecipratan’ rezekinya. Ia menjual koleksi batik seraci yang dibuat para pengrajin batik di sanggar Marunda itu. Menurutnya, rata-rata pelanggan menyukai batik betawi lantaran corak dan warnanya yang cerah itu. Juga motif realis yang menggambarkan kehidupan sehari-hari orang Betawi dirasa lebih matching bagi sebagian warga ibu kota.

Kemunculan batik betawi juga menemukan momentumnya seiring adanya aturan tertentu. Misalnya, di beberapa instansi atau perusahaan, karyawan mengenakan batik setiap hari Kamis dan Jumat. Kini, batik betawi sudah digunakan di beberapa sekolah, instansi pemerintahan, dan organisasi Dharma Wanita di DKI. Kini, batik betawi sudah menjadi bagian peluang binis yang cukup menggiurkan.

Dibaca 1679 kali
Share |
comments powered by Disqus
Login, Not yet registered
Kompas Gramedia Magazine copyright@2014