Beginilah Memasang AC Split

author : Agus Surono
Thursday, 28 July 2011 - 04:01 pm

Share |
hotblack/morgueFile

Agar diperoleh hasil maksimal, outdoor unit dipasang lebih tinggi dibandingkan indoor unit.

Saat membeli unit AC sistem pisah-tunggal (single-split), Anda akan memperoleh dua barang, yakni indoor-unit (dipasang dalam ruang tempat angin yang dikondisikan berhembus) dan outdoor-unit (dipasang di luar bangunan). Jika kita perhatikan, ada beragam cara memasang peralatan itu. Yang indoor dipasang di tempat tinggi. Maksudnya biar angin bisa berkeliaran di seluruh ruangan tempat alat itu berada. Lalu, di mana kita meletakkan outdoor-unit? Ada yang menaruh di bawah, ada juga di atas. Di mana pemasangan yang tepat?

Untuk menjawabnya kita perlu paham proses kerja pada masing-masing unit. Dalam indoor-unit terdapat evaporator yang "memaksa" cairan refrigeran berubah wujud menjadi gas. Sedangkan dalam outdoor-unit terdapat kompresor, kondensor, dan katup ekspansi yang mengembalikan wujud gas refrigeran menjadi cair kembali.

Proses perubahan wujud cair menjadi gas memerlukan energi. Energi diserap dari lingkungan, yaitu tempat evaporator berada. Berupa energi mudah diserap, yakni energi panas sensible (komputer, manusia, dinding, dsb.) dan panas laten (keringat, dsb.). Setelah refrigeran menjadi gas, dia tidak akan menyerap energi lagi. Makanya harus dicairkan kembali agar siklus dapat berkelanjutan.

Langkah pertama pencairan dengan pemadatan oleh kompresor. Kemudian dikondensasikan dalam kondensor. Ketika terjadi proses kondensasi, refrigeran melepaskan energi. Itulah sebabnya mengapa tiupan kondensor terasa hangat bahkan cenderung panas. Refrigeran cair siap diproses menjadi gas dengan bantuan katup ekspansi yang berfungsi mengubah cairan menjadi kabut atau embun. Selanjutnya proses berulang dengan evaporasi tadi.

Akibat proses dan komposisi peralatan utama itu, kita akan mendapatkan dua buah pipa refrigeran antara unit indoor dan outdoor. Satu pipa menyalurkan gas dari evaporator ke kompresor, dan pipa lainnya menyalurkan cairan terurai/embun dari katup ekspansi ke evaporator. Dari informasi ini kita dapat menyimpulkan bahwa:

  1. Kalau posisi outdoor di bawah indoor, refrigeran cair harus mengalir dari bawah ke atas dan refrigeran gas mengalir dari atas ke bawah. Sifat gas cenderung "melayang", sedangkan zat cair cenderung mengendap. Jadi kombinasi posisi ini agak memperlamban sirkulasi refrigeran. Sementara dari segi arsitektur tampak lebih rapi karena outdoor-unit bisa "disembunyikan".
  2. Kalau posisi outdoor sejajar indoor, maka baik refrigeran cair maupun gas akan mengalir secara horizontal. Jarak atau panjang pipa refrigeran antara outdoor dan indoor unit juga relatif pendek. Dengan begitu sirkulasi refrigeran cukup lancar. Namun dari segi arsitektur tidak beda jauh dengan penampilan AC Windows.
  3. Kalau outdoor di atas indoor, maka refrigeran cair akan mengalir dari atas ke bawah dan refrigeran gas akan mengalir dari bawah ke atas. Mengingat sifat gas yang cenderung "melayang" dan zat cair cenderung "jatuh" maka kombinasi posisi ini akan mempermudah sirkulasi refrigeran. Dari segi arsitektur, menyembunyikan outdoor-unit di atap bukanlah pekerjaan sulit.

Nah, kini Anda tak perlu bingung menempatkan outdoor-unit. (Sumber: Intisari)

Dibaca 16560 kali
Share |
comments powered by Disqus
Login, Not yet registered
Kompas Gramedia Magazine copyright@2014