Cara Terbaik untuk Menyampaikan Berita Buruk

author : Astri Apriyani
Saturday, 28 July 2012 - 05:00 pm

Share |
cat-of-sadness.deviantart.com

Ilustrasi

Intisari-Online.com - Dalam hidup, kita tidak akan pernah luput untuk menerima kabar buruk. Selayaknya yin dan yang, selalu ada dua sisi untuk setiap hal. Baik dan buruk. Sedih dan bahagia.

Salah satu tantangan sulit bagi seseorang adalah mengirimkan kabar buruk sampai ke penerimanya dengan tepat. Kenapa sulit? Anda harus bersiap untuk menghadapi reaksi kesedihan paling buruk di depan mata Anda, tanpa Anda sendiri bisa berbuat apa-apa. Seolah Anda ingin secepatnya saja melarikan diri, bahkan kalau bisa tidak harus menyampaikan kabar buruk tersebut kepada orang tertentu. Sayangnya, ... Anda harus.

Dr. Robert Buckman (50) adalah dokter spesialis kanker dan pengajar di Universitas Cambridge, kerap mengajarkan dokter-dokter cara untuk menyampaikan kabar buruk dengan sebaik-baiknya. Jaga emosi Anda. Jangan sampai emosi Anda mengganggu kejelasan kabar yang ingin disampaikan.

Dokter Buckman menyatakan, hal yang paling sulit tapi tidak terelakkan adalah memberitahu para pasiennya bahwa mereka mengidap penyakit. Kadang-kadang malah penyakit mematikan. Namun, Buckman berbagi cara-cara paling baik untuk menyampaikan berita buruk.

Caranya ternyata sederhana. Mulailah dengan mendengarkan, alih-alih berbicara. Biarkan orang (yang nantinya akan menerima berita buruk) berbicara, setelah kita gelontorkan beberapa pertanyaan sederhana, seperti "Bagaimana perasaan Anda?", "Bagaimana kabar Anda?", dan pertanyaan terbuka lainnya. Lalu, ketika orang tersebut merespons dengan menjawab, Anda harus tenang dan mendengarkan.

Akan ada saat yang tepat untuk Anda bicara. Karena itu, jangan terburu-buru dan jangan memotong pembicaraan. Biasakan pula menempatkan mata Anda sejajar dengan mata lawan bicara. Ini akan membuat satu sama lain menjadi rileks.

Aspek lain adalah, berita buruk selalu datang bersamaan dengan emosi yang kuat. Anda harus menerima emosi-emosi tersebut. Tapi, jangan sampai Anda sendiri buta oleh emosi-emosi tersebut. Anda harus tetap tenang. Ketenangan ini sangat besar artinya untuk orang yang akan Anda kenai kabar buruk. (captureplanning)

Dibaca 1992 kali
Share |
comments powered by Disqus
Login, Not yet registered
Kompas Gramedia Magazine copyright@2014