Cekcok Maut di Dapur
author : Agus SuronoMonday, 09 January 2012 - 07:09 pm
Tiket Sand Sculpture Festival
Intisari-Online.com - Seorang wanita dengan wajah kusut dan kalut membukakan pintu bagi petugas dari Polsek Metro, Sersan Satu Son Johnson dan Kopral Dua Li Charlie.
"Su-su-suami saya, Pak," ucapnya gemetar. "Dia tewas ... saya betul-betul tidak sengaja. Itu murni kecelakaan, Pak!"
Son dan Li berjalan menuju dapur tempat tubuh Alexander Tega tergolek tak bernyawa. Darah menggenang di lantai, sebagian mengotori bajunya. Li menenangkan si wanita, Ny. Paula Tega, sementara Son memeriksa keadaan. Dua kursi terbalik. Meja berantakan, makanan terlempar ke mana-mana. Piring, mangkok, dan beberapa cangkir pecah.
Dia keluarkan sapu tangan, diambilnya sebilah pisau mengkilat bernoda darah di dekat tubuh korban. Dengan pengamatan saksama Son melihat, ada noda tangan yang rapi membentuk dua sidik jari pada pegangan pisau itu.
"Sa-saya cuma mau bela diri," kata Paula sesenggukan, duduk di hadapan Son dan Li yang sibuk mencatat. "Saya lupa gara-gara persisnya. Semua teman tahu bahwa Alex seorang yang emosional dan tak stabil, sehingga perkawinan kami selama tiga tahun ini dipenuhi percekcokan. Sore tadi, sepulang kantor, ia mulai dengan perdebatan.
"Padahal sejak kemarin saya sudah bertekad untuk tidak membuka mulut walau hati ini tersiksa. Saya konsentrasi menyiapkan makan malam. Ternyata itu pun sangat berat karena Alex mondar-mandir sambil terus memaki. Mungkin karena saya diam, dia menjadi sangat marah.
"Tiba-tiba ia mengambil pisau dan menghunuskannya kepada saya. Secara spontan saya pegang tangannya. Kami bergumul, dan pisau pun terjatuh. Jadinya kami malah rebutan pisau. Tiba-tiba Alex mengerang kesakitan. Ia mundur sambil memegangi dada kirinya. Astaga ... rupanya saya telah menusukkan pisau itu dan dia ....
"Saya terdiam. Kaget sekaligus menyesal. Barulah belakangan bisa bangun dan menelepon Bapak." Paula kembali tersedu dan membenamkan wajah di kedua telapak tangannya.
"Kalau menyesal, kenapa Ibu tidak mencoba menolong suami Ibu dan mencari bantuan?" tanya Son.
"Ya itu tadi, saya bingung. Ketika saya mulai tenang, keadaan sudah terlambat. Alex sudah terbujur kaku. Ia ...."
"Ya, cerita Ibu cukup meyakinkan kami. Tapi ada keterangan yang tidak cocok dengan fakta. Ini bukan kecelakaan, bukan bela diri, tetapi pembunuhan dengan sengaja. Maka sebaiknya Ibu ikut kami ke Polsek untuk penyidikan lebih lanjut," kata Son yakin.
"Hah?!" (Intisari)
Keterangan apakah yang tidak cocok dengan fakta, sehingga Son yakin Paula sengaja membunuh suaminya?
Ketentuan menjawab:
- Tuliskan jawaban Anda di bagian Comment di bawah ini. Lengkapi dengan nama lengkap dan email yang bisa dihubungi.
- Kuis berlangsung mulai penayangan artikel ini dan berakhir pada hari Rabu 11 Januari 2012 pukul 24.00. Jawaban yang masuk setelah tanggal dan jam tersebut tidak diperhitungkan.
- Lima (5) buah tiket Sand Sculpture Festival akan diberikan kepada lima (5) pemenang yang beruntung.
- Tiket harap diambil di Redaksi Intisari Jalan Panjang 8A Kebunjeruk Jakarta 11530 dengan menunjukkan bukti diri yang akan diminta nanti.
Related Article
Comment
![]() |
tovir say : yaaaaah.... sudah terjawaaab... |
![]() |
detektif say : cukup membingungkan bagi saya.. sepertinya Ny. Paula yg menjadi tersangkanya |
![]() |
Agus Sur say : hampir semua menjawab dengan benar. Inti jawaban adalah keterangan Ny. Paula Tega yang menyatakan ada pergumulan dan perebutan pisau. Padahal dari pengamatan saksama Son Johnson terlihat, pada pegangan pisau ada noda tangan yang rapi membentuk dua sidik jari. Lima (5) pemenang yang beruntung yang menulis jawaban di bawah mohon mengirim data diri ke email intisarionline@gramedia-majalah.com utk teknis pengambilan tiket. Terima kasih. 1) unregistered say : Ada noda tangan yang rapi membentuk dua sidik jari pada pegangan pisau itu.Kalo memang ga sengaja dan sempat rebutan pisau harusnya noda tangannya berantakan 2) unregistered say : Sebilah pisau mengkilat bernoda darah di dekat tubuh korban dengan noda tangan yang rapi membentuk dua sidik jari pada pegangan pisau itu. Hal ini tidak sesuai dengan pernyataan Ny Paula Tega yang sebelumya menyatakan “Kami bergumul, dan pisau pun terjatuh. Jadinya kami malah rebutan pisau”. Bila benar-benar terjadi pergumulan seharusnya di bagian gagang pisau akan membentuk noda yang tidak beraturan akibat perebutan pisau seperti yang dikatakan Ny Paula Tega.-roel- 3) unregistered say : Keterangan yang tidak cocok dengan fakta, sehingga Son yakin Paula sengaja membunuh suaminya : Son melihat dengan pengamatan saksama, ada noda tangan yang rapi membentuk dua sidik jari pada pegangan pisau itu. Jika Alex dan Paula rebutan pisau, noda tangannya akan berantakan. Bisa jadi korban diberi racun oleh Paula dahulu, setelah kondisi korban melemah Paula menusukkan pisau di dada kiri Alex. 4) unregistered say : Keterangan yang tidak cocok dengan fakta, sehingga Son yakin Paula sengaja membunuh suaminya : Son melihat dengan pengamatan saksama, ada noda darah yang rapi membentuk dua sidik jari pada pegangan pisau itu. Jika Alex dan Paula rebutan pisau, noda tangannya akan berantakan. Bisa jadi korban diberi racun oleh Paula dahulu, setelah kondisi tubuh korban melemah Paula menusukkan pisau di dada kiri Alex. 5) 1. Fakta pertama dapat dilihat dari sidik jari pada pisau. Paula mengatakan bahwa dia dan suaminya saling berebut pisau. faktanya, hanya ada 2 sidik jari yang menempel pada pisau tersebut. "Dengan pengamatan saksama Son melihat, ada noda tangan yang rapi membentuk dua sidik jari pada pegangan pisau itu." Jika terjadi rebutan, seharusnya ada 2 sidik jari (Paula dan Alex) karena mereka saling berebut pisau. sidik jari yang ditemukan pun rapi yang tentu tidak mungkin terjadi demikian karena rebutan membuat sidik jari yang menempel berantakan. 2. Fakta kedua adalah pisau tersebut terletak di sebelah korban dan Paula tidak segera menghubungi polisi. jika memang benar yang terjadi adalah kecelakaan, maka seharusnya pisau itu masih tertancap di tubuh korban dan Paula segera menghubungi polisi. Jika tidak segera menghubungi, terkesan Paula membiarkan suaminya tidak mendapatkan pertolongan medis dan mati kehabisan darah |
![]() |
sulthon say : Faktanya: seharusnya ada dua sidik jari di pisau yang diperebutkan keduanya |
![]() |
Hilmia Wardani say : 1. Fakta pertama dapat dilihat dari sidik jari pada pisau. Paula mengatakan bahwa dia dan suaminya saling berebut pisau. faktanya, hanya ada 2 sidik jari yang menempel pada pisau tersebut. "Dengan pengamatan saksama Son melihat, ada noda tangan yang rapi membentuk dua sidik jari pada pegangan pisau itu." Jika terjadi rebutan, seharusnya ada 2 sidik jari (Paula dan Alex) karena mereka saling berebut pisau. sidik jari yang ditemukan pun rapi yang tentu tidak mungkin terjadi demikian karena rebutan membuat sidik jari yang menempel berantakan. 2. Fakta kedua adalah pisau tersebut terletak di sebelah korban dan Paula tidak segera menghubungi polisi. jika memang benar yang terjadi adalah kecelakaan, maka seharusnya pisau itu masih tertancap di tubuh korban dan Paula segera menghubungi polisi. Jika tidak segera menghubungi, terkesan Paula membiarkan suaminya tidak mendapatkan pertolongan medis dan mati kehabisan darah |





