Dayak Iban Sui Utik

author : Ade Sulaeman
Friday, 10 February 2012 - 10:00 am

Share |
Seto Wardhana

Alasan ekonomi tak membuat masyarakat Dayak Iban terbuai oleh investor.

Intisari-Online.com - Area hutan di Kalimantan semakin lama semakin menyusut. Pelakunya tentu saja manusia. Sering kali masalah ekonomi dijadikan pembenaran untuk membabat hutan. Namun, tidak demikian dengan Dayak Iban Sui Utik. Mereka tidak terbuai iming-iming ekonomi.

Dusun Sui Utik terletak di Desa Jalai Lintang, Kecamatan Mbaloh Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Tidak mudah untuk mencapainya. Jarak yang jauh dikombinasikan dengan jalan yang rusak, alhasil perjalanan bisa menghabiskan waktu 20 jam.

Dengan sulitnya sarana transportasi ini, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini tentu saja terhambat. Namun, masalah ekonomi ini tidak membuat mereka mudah terbuai para investor yang ingin mengelola (baca: mengeksploitasi) hutan mereka. Mereka menolak tawaran-tawaran tersebut, walaupun diiming-imingi pembangunan.

Suku Dayak Iban juga memiliki aturan-aturan untuk melindungi alamnya. Salah satunya adalah pembatasan jumlah pohon yang bisa ditebang. Dalam satu tahun, maksimal hanya 30 pohon yang boleh ditebang. Itupun harus menggunakan cara tradisional. Bagi pelanggar, sanksi adat dan sosial sudah tersedia.

Alhasil, berbeda dengan hutan-hutan di sekitarnya, hutan adat Dayak Iban seluas 9000 hektar ini masih terjaga keasriannya. (Majalah Jejak)

Dibaca 1057 kali
Share |
comments powered by Disqus
Login, Not yet registered
Kompas Gramedia Magazine copyright@2014