Diet Untuk Pekerja Shift Malam

author : K. Tatik Wardayati
Wednesday, 12 September 2012 - 06:45 pm

Share |
beling.net

ilustrasi

Intisari-Online.com – Secara tradisional, orang bekerja selama delapan jam sehari. Namun, sekarang telah berubah dan banyak orang yang bekerja shift sore dan/atau malam atau bekerja lembur. Penelitian menunjukkan pergeseran dengan jam diperpanjang dapat memiliki efek samping yang signifikan pada kesehatan, tingkat kecelakaan kerja, absensi, dan kehidupan pribadi seorang pekerja.

Beberapa efek kesehatan yang negatif ditemukan dalam pekerja shift atau pekerja lembur. Diantaranya peningkatan penyakit jantung, masalah lambung dan pencernaan, masalah sosial dan gangguan kejiwaan ringan, gangguan tidur dan kelelahan meningkat, serta meningkatnya tingkat kesalahan dan tingkat kecelakaan.

Beberapa faktor pribadi si pekerja pun membuatnya lebih rentan terhadap masalah ketika ia melakukan kerja shift atau kerja lembur. Ini termasuk beban kerja yang berat, penyakit kejiwaan, riwayat penyalahgunaan alkohol atau narkoba, epilepsi, diabetes, serta penyakit jantung.

Setiap orang berbeda dalam bagaimana mereka mengatasi kerja shift tergantung pada kesehatan mereka, kebugaran, usia, gaya hidup, dan tanggung jawab. Pada beberapa orang dapat beradaptasi dengan baik, sementara yang lainnya tidak dapat. Untuk dapat bekerja shift malam tanpa mengorbankan kesehatan, ada langkah-langkah tertentu yang bisa dilakukan agar tetap sehat:

  • Ia harus makan malam, sebelum memulai shift, pada pukul 19.00 atau 20.00, dan bukannya larut malam ketika hampir pukul 24.00.
  • Banyak orang menghindari makan atau makan makanan ringan berlemak karena mereka tidak ingin merasa kenyang sebelum shift. Karena itu, pilihlah makanan seperti beras merah, nasi dengan sayuran, bubur gandum, sereal dengan susu yang dapat menjadi beberapa pilihan yang tidak berat seperti makanan lengkap, namun mengenyangkan untuk waktu yang lama.
  • Jagalah agar tetap terhidrasi sepanjang malam dengan air, seperti air dicampur air lemon, air kelapa, teh herbal, sup, minuman jahe, atau minuman segar lainnya.
  • Jika merasa lapar di malam hari, makanlah kombinasi dari kacang-kacangan. Misalnya, camilan kering yang dibuat menggunakan bahan seperti kacang, biji labu, almond, walnut, kismis, popcorn, dll.
  • Cobalah untuk mengelola rasa lapar dengan minum lebih banyak daripada makan makanan bertepung.
  • Minum air hangat suam-suam kuku sebelum makan adalah ide bagus untuk memperlancar pencernaan, untuk melumasi dan mengaktifkan usus, terutama pada malam hari.
  • Kontrollah jumlah yang dikonsumsi dari teh dan kopi, cukup 2 cangkir teh atau kopi dalam 24 jam. Lebih dari itu, cenderung menyebabkan keasaman lambung, gas, kembung, gelisah, dan gangguan dalam tidur.
  • Makanan yang harus dikendalikan adalah biskuit, makanan bergula, kentang goreng, dan roti goreng. Makanan tersebut bisa mempengaruhi tingkat kolesterol apalagi bila dimakan di malam hari dengan lingkungan kerja yang penuh stres. Bahkan memungkinkan menyebabkan penyumbatan jantung.
  • Ketika sampai di rumah pagi hari berikutnya, pilihlah minuman secangkir susu panas, biskuit tinggi serat, lalu pergi tidur.
  • Saat bangun kembali, lakukan peregangan, mandi, dan makan makanan secara normal.

Tak dapat dipungkiri shift malam lebih banyak dilakukan oleh pelayan publik, seperti di kalangan profesional medis, angkatan bersenjata, dan sektor penerbangan. Daripada merasa menjadi korban karena pergeseran waktu bekerja tersebut, lebih baik menemukan solusi untuk menjalaninya. (*)

Dibaca 1531 kali
Share |
comments powered by Disqus
Login, Not yet registered
Kompas Gramedia Magazine copyright@2014