Gagang Telepon Zaman Dulu Kembali Populer

author : Agus Surono
Saturday, 26 November 2011 - 08:00 pm

Share |
maclife.com

Retro namun modern

Intisari-Online.com - Desain lawas sering ngangeni dan ingin dihadirkan kembali dengan sentuhan modern. Itulah yang dikembangkan oleh KDA Design yang memunculkan kembali gagang telepon zaman dulu. 

Gagang telepon yang berfungsi sebagai earphone ini bahkan diklaim mampu mengurangi radiasi telepon seluler. Desainnya sudah memikirkan soal kenyamanan saat dipakai. "Model ini sudah disesuaikan untuk wajah manusia," kata John Howard, CEO desain industri KDA Design.

Earphone jadoel itu cocok dengan telepon seluler atau komputer yang menggunakan colokan 3,5 mm pada lubang earphonenya. Cocok pula untuk iPhone, Blackberry, atau ponsel berbasiskan Android. Ada tombol untuk mengangkat dan mematikan pembicaraan.

Permintaan akan earphone model lawas ini ternyata tinggi juga. Dengan harga mulai AS$ 30, sekitar 30.000 - 40.000 buah per minggunya dikeluarkan dari pabrik di Hong Kong hanya untuk memenuhi pasar AS. Padahal produk yang diberi nama Moshi Moshi Pop ini juga dipasarkan di Cina, Korea Selatan, dan HongKong. 

Selain Moshi Moshi, ada produk sejenis, Yubz, yang dibikin oleh pabrik yang berlokasi di Las Vegas. Yubz Retro Handset, begitu produk Yubz diberi nama, dijual dengan harga AS$ 40. Tahun ini terjadi peningkatan penjualan sebesar 60%.

"Ketika kami memulai, kami tidak mengira bahwa produk kami akan menjadi sedemikian fenomenal," kata John Brunner dari Native Union, produsen Moshi Moshi. Earphone ini seakan memperoleh durian runtuh ketika seorang fotografer menangkap musisi Lenny Kravitz yang menggunakan produk Native Union. Promosi gratis serupa juga terjadi pada Susan Johnson, blogger tata busana yang mendapat banyak komentar seputar foto dirinya yang menggunakan  Moshi Moshi.

Menurut Brunner, Moshi Moshi dilengkapi dengan teknologi "pengurang kebisingan" sehingga suara yang didengar jernih. Sedangkan Yubz memasang tombol pengontrol suara sehingga bisa memberikan suara yang menggelegar.

Dibaca 1456 kali
Share |
comments powered by Disqus
Login, Not yet registered
Kompas Gramedia Magazine copyright@2014