Intisari-Online.com - Gudeg memang masakan khas Jogja (dan Jawa Tengah), berupa nangka muda yang dimasak dengan santan. Warna masakan ini kecokelatan karena dimasak bersamaan dengan daun jati. Rasanya agak manis. Ia biasa dimakan bersama dengan nasi, telur, tahu, sambal goreng krecek, dan ayam kampung.
Saya tidak terlalu suka gudeg. Yang pada akhirnya membuat saya mau mencoba gudegnya Yu Djum ini karena ia legendaris. Resep gudeg di Gudeg Yu Djum diwariskan turun-temurun, dan kini sudah memasuki generasi keempat. Konon, Yu Djum sendiri sudah menjual gudeg sejak usia 17 tahun. Warung gudeg pertama adalah di Jalan Kaliurang Km 4,5 Karangasem CT III/22 Yogyakarta, yang juga adalah rumahnya.
Tidak cuma legendaris, Gudeg Yu Djum terkenal bercitarasa enak dan bikin nagih. Jadi, apa salahnya dicoba. Jadilah saya pada pagi hari di akhir April lalu, berkunjung ke warung gudeg Yu Djum di Jln. Kaliurang Km 4,5 Gg. Srikaton No. 2 Yogyakarta. Letaknya agak masuk gang.
Yang pertama menyambut kita ketika sampai di warung gudeg Yu Djum di Srikaton ini adalah seorang ibu penyinden dan beberapa pemusik yang memegang gitar, kencrung, dan kontrabass, yang duduk-duduk di teras warung makan. Mereka pada dasarnya mengamen, tapi dengan gaya yang terhormat. Kenapa? Mereka memainkan beberapa lagu dengan utuh dan tidak asal-asalan. Membuat para pengunjung justru berterima kasih atas keberadaan mereka, karena ambience yang tercipta menjadi "sangat Jogja".
Sepagi itu, pukul 09.00, warung Yu Djum sudah ramai sekali. Banyak mobil pribadi parkir di depannya. Seluruh kursi di warung gudeg yang berbentuk rumah itu sudah penuh terisi. Antre adalah pemandangan biasa di sini.
Melongok ke dapurnya, Gudeg Yu Djum masih menggunakan kayu bakar untuk memasak. Beberapa orang terlihat di dapur. Satu orang menumbuk bumbu-bumbu untuk ungkepan ayam. Satu orang memarut kelapa. Beberapa orang yang lain menunggu di depan 'kompor' sembari memperhatikan gundukan cabai yang digarang di atasnya.
Sampai akhirnya, nasi, gudeg, ayam, dan krecek sudah ada di hadapan saya. Untuk sebuah menu sarapan, ini jelas terlalu banyak. Tapi saya lalu lupa ketika baru suapan pertama. Gudegnya memang manis, tapi diimbangi oleh kreceknya yang pedas. Perpaduan yang pas. Ayamnya pun sangat sedap, dengan bumbu yang meresap dan daging yang empuk. Sepaket nasi gudeg Yu Djum tandas. Di luar lauk yang sudah saya sebut di atas, masih ada lauk lain, seperti ati ampela, sayap, kepala, sampai tempe-tahu. Kisaran harga makanannya adalah Rp 6.000,- - Rp 30.000,-. Masih sangat masuk akal.
Jika Anda ingin membawa gudeg ini pulang, bisa. Silakan pesan saja. Gudeg ini bisa bertahan hingga beberapa hari.
Kini, selain di Srikaton dan Karangasem, Gudeg Yu Djum juga bisa Anda temukan di beberapa tempat lain, seperti Jalan Wijilan atau Jalan Adisucipto. Selamat mampir!



