Inilah Rahasia Pesulap

author : Agus Surono
Monday, 24 October 2011 - 02:04 pm

Share |
mi9.com

Pesulap memainkan perhatian Anda dalam setiap aksinya.

Intisari-Online.com - Saat melihat tukang sulap main kartu, mengambil sesuatu dari kantung saku penonton, atau permainan tangan lainnya, terlihat bahwa semakin sulit Anda memberi perhatian terhadap gerakan tangan pesulap, semakin mudah Anda "dibodohi". Tak ada ketaksengajaan dalam hal ini. Semuanya adalah permainan otak. Otak kita hanya bisa berkonsentrasi pada satu hal suatu waktu. Inilah yang dimanfaatkan oleh pesulap untuk membuat gerakan "tipuan".

Otak memiliki dua jenis perhatian. Pertama, "atas-bawah" atau perhatian pengambilan-keputusan. Digunakan ketika memutuskan untuk memfokuskan pada rangsangan atau sebuah tugas. Perhatian "atas-bawah" ini dikontrol oleh bagian otak yang disebut prefrontal cortex. Kedua, "bawah-atas"atau perhatian kejutan saat kita tiba-tiba memusatkan perhatian pada rangsangan yang tak diharapkan, seperti dering telepon. Ini sistem respon yang lebih primitif dan dikontrol oleh daerah otak yang disebut sensory cortices.

Nah, pesulap menipu Anda dengan menguasai kedua perhatian tadi. Dalam acara "Permainan Pikiran" di saluran National Geographic, pesulap Apollo Robbins berkata, "Mengalihkan perhatian orang adalah pekerjaan yang sangat sederhana." Robbins menguasai "pengacauan atas-bawah" dengan mengalihkan perhatian orang ke omongan atau aksi yang dia lakukan. Dengan menghibur - atau membuat bingung - ia meminta perhatian para penonton. Sementara itu, di sisi lain, ia secara diam-diam memindahkan jam tangan atau selendang penonton. "Jika saya harus 'mencuri' sesuatu dari sebuah titik yang sulit, saya menggunakan strategi perhatian 'bawah-atas'"

Anda mungkin berpikir bahwa Anda, tidak seperti kebanyakan orang lain, tidak akan takluk sebegitu mudah dengan jurus sederhana pesulap sebab Anda ahli multitasking. Anda bisa memperhatikan beberapa hal dalam sekali pandang. Akan tetapi, menurut para ahli, multitasking adalah sebuah ilusi.

"Sebenarnya, kita hanya bisa memproses satu hal pada suatu waktu. Kita termasuk prosesor serial namun efektif," kata David Strayer, psikolog yang melakukan penelitian pada bidang perhatian di University of Utah. Apa yang kita bilang multitasking, itu hanyalah menggeser pikiran dari satu aktivitas ke aktivitas lain.

Meskipun fakta bicara bahwa kita hanya bisa fokus pada satu hal pada suatu waktu, orang sering berkhayal bahwa mereka melakukan semua tugasnya berbarengan, dan semuanya berjalan dengan mulus. Padahal, "Anda tutup mata dengan kinerja yang terganggu," kata Strayer. Inilah jawaban mengapa Anda gagal menangkap gerakan tangan pesulap. Padahal Anda sudah berpikir menaruh perhatian terhadap semua hal.

Dibaca 1047 kali
Share |
comments powered by Disqus
Login, Not yet registered
Kompas Gramedia Magazine copyright@2014