Kejang Demam Pada Anak

author : K. Tatik Wardayati
Sunday, 24 July 2011 - 05:00 am

Share |
istimewa

ilustrasi

Pada suatu kasus kerap terjadi anak kejang demam. Bisakah dicegah? Bagaimana penanganannya? Berikut ini kita simak penjelasan dari dokter spesialis anak, dr. Purnamawati S. Pujiarto, Sp.AK., MMPed.

Kejang demam adalah kejang yang timbul akibat demam yang terjadi pada bayi dan anak kecil yang bukan disebabkan oleh adanya suatu kelainan di otak. Sebagian besar anak dengan kejang demam suhunya di atas 38,3oC dan biasanya terjadi pada hari pertama demam.

Kejang demam bukan kondisi yang sering terjadi. Hanya satu dari 25 – 40 anak demam yang mengalami kejang demam. Biasanya hanya terjadi pada bayi berusia lebih dari 6 bulan sampai anak berusia 5 tahun, tetapi paling sering terjadi pada anak batita.

Kejang demam tidak berbahaya. Hingga kini tidak ada bukti yang menyatakan bahwa kejang demam dapat menimbulkan kerusakan otak. Kejang demam juga tidak mempengaruhi inteligensia maupun meningkatkan risiko epilepsi.

Faktor risiko kejang berulang:

  • Kejang pertama terjadi pada usia kurang dari 15 bulan.
  • Ada anggota keluarga dekat yang pernah mengalami kejang demam.
  • Kejang terjadi saat tubuh relatif rendah.
  • Kejang terjadi segera setelah anak demam.

Prinsip penanganan:

  • Tetap tenang, jangan panik.
  • Baringkan di tempat yang aman (lantai) tanpa bantal.
  • Atur posisi (setengah tengkurap atau miring) untuk mencegah tersedak.
  • Jangan meletakkan atau memasukkan apa pun ke dalam mulutnya (misalnya sendok, termasuk makanan dan minuman).
  • Berikan diazepam supositori melalui anus.
  • Saat kejang jangan menahan gerakan kejang untuk menghindari fraktur/patah tulang.
  • Hitung lama kejang demam, amati bagian tubuh yang pertama kali mengalami kejang untuk referensi diagnosis dokter.
  • Penanganan demam (sesuai prinsip mengatasi demam). 
Dibaca 4231 kali
Share |
comments powered by Disqus
Login, Not yet registered
Kompas Gramedia Magazine copyright@2014