Konflik Antarpribadi

author : K. Tatik Wardayati
Sunday, 26 August 2012 - 05:00 pm

Share |
westallen.typepad

Konflik pasangan suami-istri bila tidak dapat diselesaikan bersama, mintalah bantuan penasihat perkawinan.

Intisari-Online.com – Sering kali gangguan dalam hidup ini berkisar sekitar konflik antarpribadi. Tiga jenis konflik antarpribadi yang paling sering dialami adalah konflik perkawinan, konflik keluarga, dan konflik yang berkaitan dengan pekerjaan.

  • Konflik perkawinan.

    Pasangan suami-istri sering menjalin hubungan dengan harapan yang tidak realistis. Pandangan romantis yang berlebihan tentang perkawinan makin memperkuat kecenderungan ini. Bukannya menyadari bahwa mereka menikah dengan manusia biasa dengan segala kelebihan dan kekurangannya, beberapa orang malah cenderung mengidealkan pasangan mereka dan mengharapkan sesuatu yang sempurna.

    Setelah menikah, pasangan biasanya menghadapi serangkaian masa peralihan yang sudah dapat dibayangkan. Penyesuaian untuk memperoleh anak, ganti pekerjaan, kehilangan orang tua, dan mengubah kebutuhan seksual merupakan tantangan yang ada. Jika perkawinan berkembang, pasangan harus dapat berkomunikasi dan memecahkan konflik yang tidak bisa dihindarkan secara efektif.

    Penasihat perkawinan sering kali dapat memecahkan permasalahan dan memperbaiki komunikasi sehingga pasangan dapat mengenali dan mengatasi stres dalam perkawinan mereka.

  • Konflik keluarga.

    Keluarga merupakan jalinan hubungan antarmanusia yang  cukup rumit. Di dalam keluarga setiap anggota mempunyai hubungan berbeda dengan anggota lain. Perbedaan ini terbentuk karena usia, urutan lahir, jenis kelamin, kepribadian, atau kombinasi dari beberapa faktor. Masing-masing dari hubungan inilah yang membentuk keadaan suatu keluarga.

    Masalah di dalam keluarga biasanya muncul ke permukaan ketika salah satu anggotanya bermasalah – misalnya, masalah di sekolah, pelecehan atau perilaku seksual yang tidak pantas. Peristiwa-peristiwa semacam ini boleh jadi mengungkapkan suatu pola perilaku yang dilakukan semua anggota, seperti misalnya kurang meluangkan waktu satu sama lain, dan bahwa untuk itu semua anggota keluarga harus mau berubah. Terapis keluarga biasanya bisa membantu mengidentifikasi suatu permasalahan dengan melibatkan seluruh anggota keluarga.

  • Konflik di tempat kerja.

    Konflik antarpribadi di tempat kerja menghadirkan berbagai jenis permasalahan. Persaingan yang timbul antarrekan kerja. Konflik juga bisa muncul akibat ambisi seseorang untuk meraih kekuasaan dan pengawasan, perubahan di tempat kerja atau perbedaan kebiasaan cara kerja.

    Permasalahan sering diakibatkan kurangnya komunikasi antarrekan kerja dan antarmanajemen dan karyawan. (Mayo Clinic Family Health Book)

Dibaca 1425 kali
Share |
comments powered by Disqus
Login, Not yet registered
Kompas Gramedia Magazine copyright@2014