SalingSilang, Menjaring Percakapan Indonesia
author : Agus SuronoThursday, 02 February 2012 - 07:00 pm
SalingSilang menangkap dan memetakan percakapan yang ada di media sosial online.
Intisari-Online.com - Kehadiran internet ibarat melemparkan korek api ke lautan bensin. Begitu ujar Shafiq Pontoh, head of Brand annd Business Development SalingSilang. Terlebih dengan munculnya jejaring sosial yang mengubah internet tak lagi monolog, tapi dialog. Jika dulu orang hanya bisa mengunduh atau mengunggah informasi, kini orang bisa berkomentar.
Jejaring sosial mulai marak. Dulu ada Friendster, lalu MySpace, Facebook, dan kini Twitter. Itu belum termasuk YouTube, Tumbler, juga blog-blog yang sudah bisa dikomentari. Silaturahmi pun berubah. Tak lagi bertemu muka, tapi lewat dunia maya. Semuanya menjadi segera dan mudah.
Setiap negara memiliki ciri khas tersendiri dalam menggunakan media sosial ini. Twitter yang dulu microblogging, sekarang malah dijadikan alat percakapan dunia maya. Begitu jua Multiply, yang awalnya blog kini menjadi tempat berjualan online.
Sayangnya, pembicaraan dan kegiatan melalui media sosial online kerap tidak terekam. Hiruk pikuk lalu lintas percakapan itu bisa lenyap dalam sehari. Pengguna media sosial yang penasaran akan kebenaran sebuah isu kesulitan mencari titik mulai dan sumber berita.
“Misi kami adalah menangkap dan memetakan percakapan di media sosial online,” ujar Shafiq. Analoginya seperti kadar garam di lautan yang berbeda-beda. Begitu juga dengan media sosial online.
SalingSilang merekam pergerakan dari pembicaraan masyarakat Indonesia di media sosial online dan menemukan bahwa para penggunanya tidak berkumpul secara demografis, melainkan karena secara minat. SalingSilang juga melakukan berbagai penelitian yang hasilnya pemetaan pola twit masyarakat Jakarta. Dari pola ini dapat digali wawasan atau pengetahuan tersembunyi tentang pola dan tingkah laku masyarakat Jakarta.
Penghitungan data dan pemetaan dilakukan secara empiris menggunakan penghitungan komputasional. Tim yang terdiri atas 60 orang bekerja sama dengan para psikolog dan pakar dunia maya untuk mengambil kesimpulan dan menggali wawasan-wawasan tersembunyi itu.
Misi SalingSilang lainnya adalah memperkenalkan diri kepada khalayak ramai dan industri. “Selama ini industri cenderung saling diam dengan media sosial. Padahal industri bisa mempergunakan media sosial dengan lebih baik agar kedua-duanya bisa sama-sama berkembang pesat,” kata Shafiq.
Mau gabung di SalingSilang? Daftar di salingsilang.com. ikuti kicauannya di @salingsilang. (Intisari Januari 2011)



