Sayuran dan Buah-buahan Pencegah Flu

author : K. Tatik Wardayati
Monday, 12 September 2011 - 06:18 pm

Share |
morgueFile

Jeruk nipis biasanya dicampur dengan kecap sebagai obat batuk alternatif.

Intisari-Online.com – Sebelum terkena flu, biasanya Anda melakukan serangkaian pencegahan dengan meningkatkan daya tahan tubuh. Salah satunya melalui makanan. Beberapa makanan bisa menjadi benteng pertahanan terhadap serangan virus flu.

Virus influenza biasanya merangsang lendir yang berlebihan, sehingga merasa tidak nyaman karena menghalangi pernapasan kita. Supaya batuk tidak semakin memburuk, hindari makanan yang bisa menghasilkan lendir. Misalnya, susu dan produk turunannya seperti es krim, yoghurt, dan keju. Makanan lain yang juga dapat meningkatkan produksi lendir adalah telur, makanan yang digoreng, daging merah, serta makanan yang mengandung gula atau garam berlebihan.

Sebaliknya, ada makanan tertentu yang bisa mengatasi batuk, sakit tenggorokan, atau hidung meler. Apa pun jenis makanannya, umumnya kaya akan vitamin yang berfungsi sebagai penguat sistem kekebalan tubuh.

Nah, berikut ini adalah beberapa jenis makanan, buah-buahan, sayuran, dan rempah-rempah yang bisa digunakan ketika Anda batuk atau flu, yang dimuat pada Health Tips.

  • Aprikot. Aprikot kaya akan betakaroten. Beta karoten adalah vitamin yang bertindak sebagai antioksidan kuat yang bisa melindungi dari infeksi. Juga memperkuat sistem kekebalan tubuh.
  • Brokoli. Nutrisi yang terkandung dalam brokoli meningkatkan imunitas tubuh. Masukkan brokoli dalam makanan sehari-hari yang sangaat bermanfaat bagi kesehatan. Brokoli juga kaya vitamin C yang melindungi tubuh dari infeksi flu dan virus. Brokoli juga mengandung betakaroten yang berperan dalam pencegahan penyakit. Sayuran berwarna hijau tua merupakan zat besi yang baik. Zat besi dibutuhkan untuk mendukung produksi sel darah putih dan antibodi.
  • Kubis. Kubis, baik yang hijau atau merah, kaya akan antioksidan, betakaroten, vitamin C dan vitamin E. Komponen zat gizi tersebut membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh.
  • Wortel. Wortel mengandung betakaroten. Dalam tubuh, betakaroten diubah menjadi vitamin A yang berpotensi sebagai antioksidan.
  • Kayu manis. Kayu manis mengandung eugenok, komponen fitonutrien yang berfungsi sebagai antiseptik dan pereda nyeri. Dekongestannya juga berguna dalam mengurangi hidung tersumbat akibat dingin. Kayu manis bisa ditambahkan pada makanan atau dicampur dengan air hangat.
  • Bawang putih. Sulfur dalam bawang putih menjaga darah agar tetap sehat dan mampu melawan bakteri juga menyingkirkan virus. Bawang putih berfungsi sebagai pelindung pada sistem pernapasan, juga membantu mengurangi pembentukan lendir.
  • Jahe. Rempah-rempah ini memberikan rasa hangat pada tubuh. Jahe dicampur dengan air hangat bisa membantu meredakan batuk. Efek jahe yang ekspektoran atau menghapus dahak dan dekongestan atau meringankan hidung tersumbat.
  • Madu. Paduan antara lemon dan madu berguna untuk mengatasi batuk. Menurut Prof. Peter C. Molan, Ph.D., peneliti dari Universitas Waikato, Selandia Baru, madu juga memiliki anti-inflamasi komponen yang bisa mengatasi sakit tenggorokan.
  • Jeruk. Jeruk merupakan buah-buahan yang memiliki antioksidan tinggi dan fitonutrien yang bisa melawan infeksi virus. Flavonoid pada jeruk, jenis antioksidan dan bersinergi dengan vitamin C meningkatkan perlindungan tubuh terhadap serangan radikal bebas.
  • Daun selada. Selada berwarna hijau gelap mengandung sejumlah nutrisi yang baik. Secara umum, selada mengandung betakaroten, asam folat, dan vitamin C.
  • Jeruk nipis. Sejak lama, jeruk nipis sering digunakan sebagai obat batuk alternatif, yang dicampur dengan kecap. Sebuah jeruk nipis mengandung vitamin C yang baik untuk kekebalan tubuh. Jeruk nipis juga mengandung antiseptik alami yang bisa mengatasi sakit tenggorokan.
  • Mangga. Buah ini kaya akan betakaroten dan vitamin C yang bisa menjadi pilihan untuk meningkatkan sistem pertahanan tubuh dan melindungi terhadap kerusakan sel.
  • Bawang. Bawang mengandung fitonutrien yang berfungsi sebagai antibiotik alami. Sajikan dalam bentuk salad atau sup sehingga memberikan manfaat optimal.

Semua bahan-bahan di atas mudah ditemukan di pasar tradisional. Mengapa tidak mencoba saja dulu daripada harus membeli obat di apotek?

Dibaca 8203 kali
Share |
comments powered by Disqus
Login, Not yet registered
Kompas Gramedia Magazine copyright@2014