Tak Sulit Bikin Taman di Lahan Sempit

author : Astri Apriyani
Monday, 23 April 2012 - 01:12 pm

Share |
apartmenttheraphy.com

Lahan sempit bukan alangan untuk membuatnya rindang.

Intisari-Online.com - Lahan sempit bukan artinya rumah yang kerontang. Anda masih sangat bisa tinggal di rumah berlahan sempit (atau dalam hal ini juga termasuk apartemen) yang rindang. Salah satu jalan keluar yang bisa dicoba adalah dengan membuat taman vertikal, atau yang kita juga kenal dengan istilah vertical garden, living walls, biowalls, green facades, vertical farming, green wall, atau topiade. 

Konsep taman vertikal ini pertama kali ditemukan pada 1994 oleh Patrick Blanc (ahli botani Prancis). Blanc membuat taman vertikal terbesar (sekitar 1.400 m2) yang menutupi permukaan dinding luar bangunan di Rue d’Alsace di Paris, Prancis. Yang istimewa, dia menyusun komposisi tanaman bagaikan lukisan itu tanpa media tanam sama sekali.

Taman vertikal mungkin belum terlalu kedengaran familiar di telinga masyakarat Indonesia. Di sini, taman vertikal baru mulai dikenal sejak 2010. Ini adalah sebuah metode berkebun yang biasanya memanfaatkan sudut-sudut atau dinding kosong di rumah. Taman yang selama ini kita kenal disebut dengan taman horizontal, yaitu menggunakan lahan mendatar sebagai tempat berkebun. Sementara - untuk ringkasnya - taman vertikal itu adalah sebuah taman dengan konsep penanaman pada bidang tegak (vertikal). Taman ini memungkinkan Anda mendapat kerindangan di lahan sempit.

Untuk membuat taman ini, lazimnya digunakan tanaman-tanaman merambat, menggunakan tanaman di gantung, atau menempelkan tanaman di dinding. Berikut adalah cara yang bisa diterapkan untuk membuat taman vertikal sederhana di rumah Anda.

  1. Pilih bidang tegak

    Anda bisa memilih dinding, rockwoll, karpet (textile), atau tali ijuk yang nantinya direkatkan pada pipa paralon

  2. Ukuran

    Kalau bagian yang ini, sungguh sesuai selera. Anda bisa membuat taman sesuai dengan ukuran lahan dan budget yang Anda punya.

  3. Siapkan pot dan tanaman

    Siapkan pot yang menurut Anda cocok. Untuk tanaman, lebih baik pilih tanaman merambat yang mudah dirawat, seperti peperomia, homalomena, atau sirih gading.

  4. Rangkai pot

    Biasanya, untuk proses ini, digunakanlah kawat tebal untuk melilitkan pot-pot tersebut. Cara merangkai, bebas saja. Anda cuma perlu mengaitkan semua pot terhubung menjadi satu.

  5. Susun pot

    Gunakan paku yang dipatri di tembok untuk menggantung pot berisi tanaman yang sudah dililit kawat tadi.

Sesederhana itu, dan Anda sudah memiliki taman vertikal Anda sendiri di rumah. (*)

Dibaca 3808 kali
Share |
comments powered by Disqus
Login, Not yet registered
Kompas Gramedia Magazine copyright@2014