Tempat Sampah Pun Jadi Tempat Wisata

author : Agus Surono
Sunday, 21 October 2012 - 01:16 pm

Share |
hijihawu.wordpress.com

Ilustrasi.

Intisari-Online.com- TPA (Tempat Pembuangan Akhir) memang menjadi tempat pembuangan akhir. Namun bukan berarti apa yang dibuang di situ berakhir begitu saja. Sampah yang dibawa ke TPA seharusnya menjadi awal untuk sebuah perjalanan lain. Banyak konsep ditawarkan untuk memanfaatkan sampah di TPA. Salah satu konsep itu bisa dilihat di TPA Tulungagung, Kabupaten Malang.

Memasuki kawasan TPA ini kita bisa dibikin sedikit kaget. Seperti yang diberitakan KBR68H, TPA Tulungagung tidak menguarkan bau busuk seperti kebanyakan TPA. Berbagai tanaman dikembangbiakkan di seputar TPA membentuk semacam taman untuk mengurangi bau. Selain itu para pemulung sudah terbiasa memilah antara sampah anorganik dengan sampah organik. Hanya sampah anorganik seperti plastik, kertas, dan kaleng yang diambil pemulung. Sedangkan sampah organik dibiarkan menjadi gundukan besar. Nantinya sampah organik ini dikubur untuk menghasilkan gas metan.

Nah, di sinilah letak keunikan TPA Tulungagung. Gas metan tadi bisa digunakan sebagai bahan bakar rumah tangga beberapa pemulung yang ada di sekitar TPA. Mereka membayar iuran kas sebesar Rp6.000 sebulan. Kas ini nantinya digunakan untuk perbaikan instalasi penyaluran gas metan jika rusak.

Meski aliran gas metan belum stabil, namun beberapa warga sudah mengakui manfaatnya dibandingkan gas LPG. Bisa dikatakan mereka hanya membayar iuran untuk memasak.  

Karena kelebihan TPA tadi, tak pelak TPA Tulungagung mengundah minat orang untuk belajar. Bahkan ada mahasiswa yang menjadikan TPA ini sebagai kasus untuk pembuatan skripsinya. TPA ini pun dikonsep menjadi TPA Wisata Edukasi. Menurut Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Malang Gunawan Purwadi, konsep TPA Wisata Edukasi akan ditularkan ke beberapa TPA lain di Kabupaten Malang.

Share |
comments powered by Disqus
Login, Not yet registered
Kompas Gramedia Magazine copyright@2014